KUALATUNGKAL- Penduduk miskin di Tanjabbar meningkat 33% bila dihitung dari kondisi pertengahan 2011 lalu. Data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik (BPS) Tanjabbar, penduduk miskin Tanjabbar tahun 2008 lalu berjumlah 13.021 kepala keluarga (KK). Pada pertengahan 2011, jumlah penduduk miskin itu mengalami peningkatan signifikan, yakni 17.421 kepala keluarga miskin atau sebanyak 73.811 jiwa dari 285.731 penduduk di Tanjabbar.
KUALATUNGKAL- Penduduk miskin di Tanjabbar meningkat 33% bila dihitung dari kondisi pertengahan 2011 lalu. Data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik (BPS) Tanjabbar, penduduk miskin Tanjabbar tahun 2008 lalu berjumlah 13.021 kepala keluarga (KK). Pada pertengahan 2011, jumlah penduduk miskin itu mengalami peningkatan signifikan, yakni 17.421 kepala keluarga miskin atau sebanyak 73.811 jiwa dari 285.731 penduduk di Tanjabbar.
Seksi Sosial BPS Tanjabbar, Sopia Mufrodi kepada wartawan membenarkan peningkatan penduduk miskin di Tanjabbar. Awalnya hasil survei BPS penduduk miskin berjumlah 24 ribu KK. Kemudian, tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) melakukan sortir, sehingga angka penduduk miskin menjadi 17.421.
Wanita berkulit putih ini mengatakan, penduduk miskin itu dibagi berdasarkan tiga kriteria yakni penduduk paling miskin, penduduk miskin dan penduduk hampir miskin. Soal indikator pembagian itu, BPS Tanjabbar tidak memiliki wewenang.
“Kenaikannya penduduk miskin sebesar 33 persen. Semua dilakukan TNP2K. Kita tidak berwenang lagi saat ini,” ujarnya.
Dari jumlah 17.421 kepala keluarga penduduk miskin di Tanjabbar, sebanyak 16.492 kepala keluarga mendapatkan jatah beras miskin (Raskin). Sementara sisanya akan mendapatkan bantuan lainnya.
“Memang survei tahun 2008 lalu, yang melakukan BPS. Tapi survey tahun 2011 lalu langsung dikoordinir TNP2K karena dianggap selama ini belum efektif. TNP2K langsung bergerak agar tepat sasaran. Lembaga ini langsung dipimpin Wapres RI, Budiono, ” paparnya.
Selanjutnya dikatakan bahwa dari data tersebut, Tungkal Ilir sebagai kecamatan yang paling banyak dihuni penduduk miskin. Sementara kecamatan terendah, berada di Muara Papalik.
“Paling banyak penduduk Miskin di Tungkal Ilir karena merupakan wilayah perkotaan,” timpalnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Muklis mengatakan akan mendalami indikator kemiskinan yang disampaikan. Pasalnya, dari sisi pertumbuhan ekonomi terjadi peningkatan yang menyebabkan pengangguran berkurang.
“Indikatornya itu mungkin yang menyebabkan kemiskinan. Kita akan dalami itu. Soal penduduk miskin ini, kan mikro. Kalau mikro, pasti ada penyebab-penyebabnya, ” ujarnya.
Satu diantara penyebab kemiskinan, lanjut Muklis karena kurangnya pembangunan infrastrurktur. Pemkab, lanjutnya akan berusaha mengentaskan kemiskinan. Selain peningkatan infrastruktur, penduduk miskin akan diupayakan mendapatkan bantuan modal.
“Tetap fokus kita infrasruktur karena ini kan belum selesai. Kita akan benahi dan fokus anggaran kita berupa pembangunan jalan dan jembatan,” sebutnya. (Infojambi.com /DAM)
Follow twitter kami @infojambidotcom |
