BerkudaBUKIT TINGGI - Memiliki kuda bukan hal asing bagi masyarakat sekitar Bukit Ambacang Bukit Tinggi. Maklum saja di daerah ini, sekitar tahun 1889 telah berdiri sebuah arena pacuan kuda yang sangat terkenal. Alhasil, budaya berkuda milik Colonial Belanda tersebut diwariskan kepada penduduk pribumi.

BerkudaBUKIT TINGGI - Memiliki kuda bukan hal asing bagi masyarakat sekitar Bukit Ambacang Bukit Tinggi. Maklum saja di daerah ini, sekitar tahun 1889 telah berdiri sebuah arena pacuan kuda yang sangat terkenal. Alhasil, budaya berkuda milik Colonial Belanda tersebut diwariskan kepada penduduk pribumi.

Lebih seabad kemudian, arena pacuan kuda Bukit Ambacang itu masih kokoh berdiri. Namun tak ada lagi pacuan kuda di sini, yang ada adalah menunggangi kuda wisata untuk para pengunjung. Mengitari arena tersebut dikenai biaya Rp 30 ribu.

"Sudah sejak 4 tahun terakhir kami menyewakan kuda untuk para pengunjung," kata Rizal, pemuda 25 tahun, pemilik 2 kuda wisata.

Penghasilan dari menyewakan kuda cukup banyak pada hari libur seperti lebaran ini, namun pada hari biasa, pengunjung sepi.

"Saya sudah terlanjur cinta kuda. Belum berpikir untuk cari pekerjaan lain," ucap Rizal yang putus sekolah SMA karena kepincut kuda.

Biaya memelihara kuda wisata tak semahal kuda pacuan, yang bisa mencapai Rp 10 juta sebulan. Kuda wisata biasanya diberi makan rumput dan sagu serta vitamin.

Meski jumlah kuda di arena pacuan Ambacang berkisar 15 ekor, tapi di rumah sekitar wilayah tersebut, masyarakat sekitar banyak yang menternakkan kuda.

"Dulu orang di sini belum disebut kaya kalau tak punya kuda," jelas Rizal lagi. Kuda dari desa2 seperti Gadut dan Gulai Bancah banyak yang dijual keluar daerah dan berpacu di Pulo Mas Jakarta. Harganya pun bukan main. Sekitar Rp500 juta per ekor.

"Kuda-kuda yang tak layak berpacu atau yang sudah pensiun, itulah yang kami pakai di sini," katanya seraya menambahkan akhir-akhir ini cukup banyak orang yang datang belajar menunggang kuda. Jadi, kalau mau belajar mengendarai kuda, atau sekedar bergaya untuk difoto, datang saja ke Bukit Ambacang. Para pemandu kuda siap membantu anda.

Peluang bisnis kuda ini juga sangat menjanjikan jika dikembangkan di Jambi, mengingat di Jambi belum ada arena wisata yang menyuguhkan kuda sebagai primadonanya. (infojmbi.com/ARD)

Follow twitter kami @infojambidotcom |

Berita Terkait