Jum'at, 31 Oktober 2014 Pukul 15:02:08

MUARA TEBO - Angka Kematian bayi yang berusia nol hingga satu bulan atau biasa disebut dengan Neonatal (AKN) di tahun 2012 meningkat dibanding tahun 2011 lalu. Hal tersebut diungkapkan Kasi Ibu dan Anak Dinkes Tebo, Merita Rabu (27/03).  Angka Kematian Neonatal meningkat menjadi 42 atau naik 12 AKN dibanding tahun 2011 yang mencapai 30 AKN.

“Data yang kami himpun tersebut dari Puskesmas-puskesmas yang ada di Kabupaten Tebo," kata Merita.

Dijelaskannya,  data Puskesmas yang  mengalami AKN di tahun 2012 tersebut terjadi di Puskesmas Muaro Tebo dan Puskesmas VII Koto Ilir masing-masing 7 AKN, 6 AKN di Muaro Tabir, 5 AKN di Sungai Abang, 4 AKN di Rimbo Sembilan dan Pulau Temiang, 3 AKN di Tanjung Semiladu, 2 AKN di  Teluk Singkawang dan Alai Ilir, dan 1 AKN di Tegal Arum dan Mangumpe.

Lanjutnya, untuk AKN di Tahun 2011 ini terjadi di puskesmas Alai Ilir dan Pulau Temiang masing-masing 7 AKN, 3 AKN di Mengumpe, Rimbo Bujang Sembilan, dan Tuo Pasir Mayang, 2 AKN di SP dan Serai Serumpun, 1AKN di Teluk Singkawang, Muara Tebo, Sungai Bengkal, dan Rimbo Bujang dua.

“Rata-rata penyebab tingginya AKN tersebut karena Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), Kelainan Kongenital dan Aspiksia,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai antisipasi terhadap  AKN yang semakin meningkat tersebut, Merita mengatakan saat ini kita telah mengadakan pelatihan tenaga medis yang disiapkan untuk menimalisir terjadinya AKN.

“Kita telah melakukan Pelatihan tenaga medis di puskesmas-puskesmas semoga nantinya hal tersebut dapat menimalisir AKN tersebut,” pungkasnya. (infojambi.com/REZ)