infojambi

| Akses Cepat | Install Aplikasi Gratis Infojambi.com |

Dewan Sayangkan Kisruh Pemkab - Petrochina
Rabu, 30 Mei 2012 - 20:44 WIB


MUARASABAK - Ketua DPRD Tanjung Jabung Timur, Romi Hariyanto, menyayangkan munculnya kekisruhan antara Pemkab Tanjabtim dengan PT Petrochina Jabung Limited. Kekisruhan itu seharusnya tidak perlu terjadi asal kedua belah pihak sama - sama punya itikad baik dan saling menghargai.

Menurut Romi, komunikasi pemerintah daerah termasuk DPRD dengan Petrochina selama ini memang agak bermasalah. Pasalnya, Petrochina sulit untuk bersikap terbuka dengan alasan keterbatasan kewenangan. Dia mencontohkan soal data produksi, data sumur atau data kegiatan lain yang selama bertahun - tahun seperti menjadi rahasia bagi Petrochina. Padahal, data tersebut sangat dibutuhkan daerah.

"Data jumlah sumur saja selama ini simpang siur. Itu karena Petrochina selalu berlindung di balik kewenangan BP Migas," ungkap Romi kepada InfoJambi.com melalui ponsel dari gedung Mahkamah Konstitusi di Jakarta, Rabu (30/5).

Akibat sikap perusahaan yang selalu tertutup itu menyebabkan muncul praduga negatif dari berbagai kalangan. Harusnya kondisi itu tidak perlu disesalkan karena situasi yang terjadi sekarang merupakan konsekwensi dari sikap tertutup itu. Jika pemkab atau masyarakat mempertanyakan kemungkinan adanya kebocoran jumlah produksi, menurut politisi PAN itu adalah hal wajar.

Karena faktanya, selama beroperasi saejumlah sumur itu memang tidak dilengkapi ijin. Soal kewajiban dasar yang dituntut pemkab, menurut Romi hal itu sangat wajar. Karena semua berjalan diatas koridor yang jelas. Mengenai permintaan untuk ikut mengelola gas dalam jumlah tertentu, ditegaskan Romi DPRD sangat mendukung upaya itu.

Hal itu harus dilihat sebagai langkah maju dan positif oleh semua pihak. Apalagi, pengelolaan sebagian gas oleh daerah jelas akan meningkatkan daya saing daerah. Inpres Nomor 2 tahun 2012 juga sudah menegaskan bahwa goal dari inpres itu adalah meningkatkan produksi migas dalam negeri dengan pengawasan yang sesuai koridor.

"Di situlah fungsi daerah. Memastikan bahwa ijin yang dikeluarkan harus sesuai prosedur," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, pemkab berencana menutup 35 lokasi sumur migas Petrochina akibat belum adanya ijin lokasi. Kebijakan Pemkab itu diambil setelah upaya diplomasi menemui jalan buntu. Sejumlah kewajiban dasar Petrochina yang ditagihkan Pemkab tak ditanggapi serius. Bahkan sumbangan pihak ketiga yang akan dibayarkan ke Pemkab direncanakan untuk ditagih kembali dalam klaim cost recovery. (infojambi.com/WIL)

IKLAN GRATIS
Pengumuman Pendaftaran Calon Anggota Kip Jambi | Ayo Ikutan Try Out Dan Bedah Kampus Usu | Kosan/wisma | Elektronik | Rumah |

Berita Lainnya
Jaksa Agung Mahfud Mannah Kunker Ke Tanjab BaratMobil Truk Sawit Terjun JurangBupati Marah-marah Pencapaian Program Dibawah 20 PersenSuami Isteri Korban Tabrak LariWapres Datang, Warga "dihadang"Berduaan Di Kamar Hotel, Puluhan Pria Dan Wanita DitangkapMayat Tanpa Identitas Belum Dijemput KeluargaTerobos "lampu Merah" Tangan Redo PatahWarga Kembali Resah Dengan Keberadaan Truk BatubaraMahili Diprediksi Lengser Dari Ketua Dprd

< Berita Lainnya >

| Home | Redaksi | Info Iklan | Maklumat |

Copyright @ 2012 InfoJambi.com
Jl. Yoenoes Sanis No. 42, Kebun Handil, Jelutung, Kota Jambi