Sabtu, 19 April 2014 Pukul 08:29:30

Muhammad RezaMuhammad RezaSUHU politik Kerinci kembali panas seiring dengan akan dilaksanakannya Pemilukada Kerinci .Beberapa kandidat yang akan majupun sudah mendeklarasikan diri maju pada Pemilukada Sesuai UU No. 32 Tahun 2004  khususnya pada Pasal 59 (1)—Peserta pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah adalah pasangan calon yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik dan pasangan calon perseorangan yang didukung oleh sejumlah orang— mengalami revisi sebanyak dua kali yang melahirkan UU No. 12 Tahun 2008 dan dengan dukungan Keputusan MK tahun 2007, ditetapkanlah bahwa calon independen diterima untuk mencalonkan diri di pilkada.

Pemilukada Kerinci dijadwalkan 8 September 2013 dan sekarang sudah memasuki tahap pendaftaran calon Bupati Kerinci dan calon wakil Bupati Kerinci. Sesuai jadwal yang di keluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah Kerinci Pendaftaran bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kerinci pada Tanggal 02 sampai dengan 08 Juli 2013, tempat di Kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kerinci.

Pada Pemilukada Kerinci kali ini calon Bupati Kerinci dan wakil Bupati Kerinci maju lewat jalur perseorangan maupun melalui partai pengusung. Seperti dilansir dari KPU Kerinci, pengajuan bakal pasangan calon perseorangan wajib memenuhi dukungan paling sedikit: 15.861 dukungan (6,5% dari 244.018 jumlah penduduk Kabupaten Kerinci) dan sebaran dukungan paling sedikit di 9 (sembilan)kecamatan dalam Kabupaten Kerinci. Sedangkan untuk partai Partai politik atau gabungan partai politik dapat mendaftarkan pasangan calon, dengan persyaratan :Memperoleh kursi pada Pemilihan Umum Anggota DPRD Tahun 2009 paling sedikit 5 (Lima) kursi (15% dari jumlah kursi DPRD Kabupaten Kerinci, hasil penataan). Memperoleh suara sah pada Pemilihan Umum Anggota DPRD Tahun 2009 paling sedikit 18.772 (15% dari 125.145 akumulasi perolehan suara sah dalam Pemilihan Umum Anggota DPRD Kabupaten Kerinci, hasil penataan).

Pada Pemilukada kali ini terdapat dua pasangan yang maju lewat jalur perseorangan yakni Ami Taher-Suhaimi Surah dan Dasra- Mardin. Sedangkan melalui partai yakni Adi Rozal- Zainal Abidin yang diusung  partai Demokrat, Gerindra, PKB, PBR, PMB, dan PKPB. Partai PAN mengusung pasangan Incumbent Murasman- Yuldi Herman.  M. Rachman- Novantri diusung oleh partai Golkar dan PKS, sedangkan Sukman- Sartoni maju lewat partai PPP, PBB,PPN, dan PPPI
Sampai saat ini kandidat yang sudah mendaftar ke KPU, yakni pasangan Dasra-Mardin, pasangan Irmanto-Idrus, dan Sukman- Sartoni. Diperkirakan pasangan bakal calon Bupati Kerinci dan Wakil Bupati Kerinci lainnya akan menyusul mendaftar ke KPU yakni Ami Taher- Suhaimi Surah,  Murasman-Yuldi Herman  hari ini,red), Adi Rozal- Zainal Abidin, dan dan M.Rachman- Novantri.

Terlepas dari pendaftaran bakal calon Bupati Kerinci dan Wakil Bupati kerinci, yang patut diikuti adalah kiprah pasangang Incumbent dan pasangan yang maju lewat jalur perseorangan pada pilkada di Provinsi Jambi. Pada 2013 ini Kabupaten dan Kota yang sudah terelebih dahulu melaksanakan Pemilukada yakni Kab. Merangin, dan Kota Jambi. Dimana untuk Kab. Merangin pasangan incumben Nalim-Salam dikalahkan oleh pasangan Al Haris- Khafid Moein yang terpilih menjadi bupati Merangin, begitupula dengan kota Jambi pasangan Incumbent Bambang- Yeri Muthalib juga kalah. Melihat hasil di Kab. Merangin dan Kota Jambi penulis memprediksi pemilukada Kerinci akan berlangsung panas. Persaingan antar pasangan akan bersaing ketat di karenakan setiap pasangan bakal calon bupati Kerinci dan Wakil Bupati Kerinci memiliki basis masa sendiri seperti pasangan Ami Taher- Suhaimi Surah yang memiliki basis massa di Semurup dan Pulau Tengah, Murasman-Yuldi Herman di Siulak, Sukman- Sartoni di Kayu Aro. Penulis juga memprediksi bahwa jalur perseorang yang maju di pemilukada Kerinci akan mampu bersaing dengan kandidat lain yang diusung oleh partai-partai besar.

Hal tersebut  dikarenakan sistem baru calon independen ini akan membuka ruang demokrasi arus lokal yang melahirkan persaingan sehat sebagai upaya mencari figur pemimpin berkualitas, guna menjawab tantangan daerah di tengah arus global. Persaingan melalui calon independen berimplikasi positif sebagai solusi atas pembangunan lokal di saat dukungan sumber daya alam kita yang saat ini semakin terbatas.


Perbedaan yang kontras antara calon independen dengan calon dari partai politik adalah masalah pengorganisasian infrastruktur dengan suprastruktur politiknya. Calon independen tidak memiliki infrastruktur politik yang jelas. Sehingga, apa yang menjaga hubungan konstituen (infrastruktur) dengan lembaga eksekutif (suprastruktur) tidak ada. Justru posisi eksekutif yang diisi oleh calon independen tidak akan memperoleh legitimasi politik yang kuat dari DPRD Propinsi dan Kabupaten/Kota karena representasi dari kekuatan berbagai parpol.

Terkadang tidak mudah pada posisi sebagai calon incumbent. Masyarakat lebih mudah menilai sepak terjang calon incumbent yang kasat mata karena telah berbuat. Selama lima tahun pasti sudah banyak hal-hal yang telah dikerjakan. Tetapi dalam waktu bersamaan diantara program-program yang ada dapat dengan gampang dikritisi. Ada saja diantara program  yang di janjikan tidak terlaksana bahkan daerah yang di Pimpin tidak mengalami kemajuan. Rongga inilah yang menjadi sasaran bagi para calon lain yang sesungguhnya masih dalam tahapan merencanakan jika kelak terpilih.

Menarik untuk kita tunggu peraturangan di Pemilukada Kerinci, semua kandidat memiliki peluang untuk memenangkan Pemilukada baik yang melalui jalur perseorangan maupun partai, dan akankah pada Pemilikada Kerinci pasangan Incumbent akan kembali tumbang dan Kerinci bakal mendapat figur pemimpin baru yang akan membangun Kerinci untuk kedepannya atau jalur perseorangan akan membuat sejarah pemilukada Kerinci dengan tampil sebagai pemenang ?. Ya menarik untuk kita tunggu, karena masyarakat Kerinci saat ini tentunya sudah melihat sepak terjang pemimpin mereka sebelumnya, dan sudah memiliki kemana arah dukungan akan mereka berikan. Apapun analisis kita yang jelas pemimpin yang terpilih nantinya adalah pemimpin yang diharapkan akan mampu membawa perubahan bagi Kerinci 2013-2018. (Muhammad Reza. S.Psi Praktisi dan Alumni Psikologi Universitas Negeri Padang)