Minggu, 20 April 2014 Pukul 17:24:44

Kunker Sungaipenuh1SUNGAIPENUH — Dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Kerinci, Gubernur Jambi Drs. H. Hasan Basri Agus MM bersama Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj Yusniana Hasan Basri dan rombongan, Kamis (15/11/2012), juga melaksanakan kegiatan di Kota Sungai Penuh.

Pada kesempatan ini Gubernur mendapat laporan pelaksanaan program Pemprov Jambi yang disebut SAMISAKE (satu milyar satu kecamatan), salah satu program untuk mempercepat pengentasan kemiskinan di Provinsi Jambi, dalam upaya mernuju Jambi EMAS (Jambi yang ekonominya Maju Aman, Adil dan Sejehtera) tahun 2015, yang terdiri dari bedah rumah, sertifikat gratis, beasiswa bagi anak dari mkeluarga sangat miskin, dan jaminan kesehatan.

Kunker Sungaipenuh2Gubernur merasa puas dengan apa yang dilaksanakan oleh Pemkot Sungai Penuh dalam pelaksanaan program bedah rumah, karena program yang menyentuh langsung masyarakat sangat miskin ini berjalan baik, bahkan melahirkan kembali budaya gotong royong di tengah masyarakat. Dana Rp 10 juta yang diberikan kepada masyarakat sangat miskin guna melaksanakan bedah rumah meningkat menjadi Rp 50 juta.

Gubernur bangga dan berterima kasih pada masyarakat Sungai Penuh ikut menyukseskan program bedah rumah. “Saya bersyukur, hari ini telah langsung mendapat laporan Walikota tengtang program SAMISAKE di Sungai Penuh, karena dalam program bedah rumah yang dianggarkan untuk membedah rumah warga sangat miskin dengan biaya Rp10 juta, dapat terealisasi hingga Rp50 juta. Ini sangat membanggakan, dan saya sangat berterima kasih pada semua pihak yang membangtu, khususnya keluarga dan masyarakat di sekitar rumah yang dibedah,” tegas Gubernur.

Kunker Sungaipenuh3Satu hal menarik, pemikiran awal program SAMISAKE adalah dari data BPS Provinsi Jambi masyarakat Provinsi Jambi sangat miskin sebanyak 30.182 keluarga. Menurut BKKBN masa lalu masyarakat ini dibagai empat kelompok, prasejahtera, sejahtera satu, sejahteran dua, dan sejahtera tiga.

Yang digarap program SAMISAKE masyarakat prasejahtera, yang sangat miskin, dengan melakukan bedah rumah, memberikan sertifikat gratis, memberikan besasiswa bagi anak-anaknya, jaminan kesehatan, pengadaan alsinta, dan kegiatan prioritas lainnya. Program ini dilaksanakan melalui kecamatan, itu pemikiran awal.

Untuk mengangkat masyarakat prasejahtera menjadi sejahtera satu, dengan sendirinya dari sejahtera satu meningkat menjadi sejahtera dua dan seterusnya. Secara terori, pasti ada peningkatan sehingga awal menjadi Gubernur HBA langsung memprogramkan SAMISAKE untuk seluruh kecamatan, 131 kecamatan dengan anggaran Rp 131 milyar, namun DPRD Provinsi Jambi berpendapat lain, karena ini program baru sebaiknya dilakukan ujicoba untuk 50 kecamatan.

foto : humas Pemprovfoto : humas PemprovHBA setuju, kemudian tahun 2012 semula direncanakan dibagikan kepada 131 kecamatan, tapi ini dirasakan tidak adil, karenanya program ini dibagikan untuk 83 kecamatan yang belum mendapatkan pada tahun sebelumnya. Itulah makanya Sungai Penuh pada 2012 hanya mendapat tiga kecamatan dan pelaksanaannya langsung diserahkan pada kabupaten/kota. Provinsi hanya membuat petunjuk pelaksanaan, diantaranya program bedah rumah harus dilaksanakan, tidak boleh tidak. Demikian juga sertifikat gratis dan beasiswa untuk anak-anak dari keluarga miskin.

Untuk Kota Sungai Penuh, tahap pertama telah selesai 100 persen. Saat menerima laporan Walikota, Gubernur sangat terharu, karena dari dana stimulan sebesar Rp 10 juta, atas partisipasi swadaya masyarakat nilai rumah yang dibedah bisa mencapai Rp 50 juta, dengan kondisi rumahnya beton dan bagus sekali.

“ini luar biasa. Saya biasa membayangkan, bukan main bahagianya masyarakat yang menerima bantuan ini, yang sebelumnya mungkin kondisi rumahnya saat hujan bocor sana sini, malam hari cahaya rembulan masuk ke rumah. Saya berkali-kali bertemu masyarakat yang rumahnya dibedah selalu menyampaikan terima kasih, bahkan ada yang sampai menangis. Ini kepuasan batin seorang pemimpin, bisa membahagiakan rakyatnya,” ujar Gubernur.

Program ini untuk tahun pertama dilaksanakan Pemprov Jambi bekerjasama dengan pemkab/pemkot se-Provinsi Jambi, diantaranya saat ini bekerjasama dengan TNI untuk melaksanakan bedah rumah di pedesaan. Kemudan hasil evaluasi pelaksanaan tahun pertama, dan melihat peraturan perundang-undangan fiskal, masalah anggaran diserahkan langsung ke kabupaten/kota, karena Bupati dan Walikota lebih tahu kondisi masyarakatnya. Tahun kedua program ini diserahkan ke pemkab/pemkot.

Hal ini dikarenakan keluarga dan warga sekitar keluarga yang mendapat bantuan ikut membantu melaksanakan pekerjaannya. Tukang kayu mengerjakan pekerjaan kayu, tukang batu mengerjakan pemasangan batu dan sebagainya. Semula diperkirakan hanya bisa merehab rumah menjadi lebih baik dari sebelumnya, yang terjadi rumah yang dibedah menjadi permanen dan pasti menjadikan masyarakat yang menerimanya puas dan senang.

Di Sungai Penuh jumlah penerima manfaat SAMISAKE berdasarkan data PPLS tahun 2011 sebanyak 976 rumah tangga sasaran, yang tersebar di delapan kecamatan. Untuk tahun anggaran 2012, mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 3 milyar untuk tiga kecamatan. Pada tahap pertama, 30 persen dari tranfer anggaran sebesar Rp 800 juta sudah terealisasi untuk bedah rumah sebanyak 56 unit, beasiswa untuk tingkat SD hingga perguruan tinggi untuk 322 orang.

Saat ini tengah dikerjakan bedah rumah 145 unit, pengadaan kendaraan roda tiga, serta pembinaan dan pemberdayaan UMKM sebanyak 22 unit usaha. Diharapkan program ini dapat terselesaikan tepat waktu. Untuk mendukung program Gubernur mengentaskan kemiskinan di Provinsi Jambi, Pemkot Sungai Penuh pada tahun 2012 juga mengalokasikan dana Rp 1 milyar untuk beasiswa miskin dan anak putus sekolah, disamping juga menyediakan dana Rp 500 juta untuk beasiswa berprestasi, menyediakan program jaminan kesehatan masyarakat umum (PJKMU) serta program penguatan ekonomi masyarakat perdesaaan. (infojambi.com/HMS)


Follow twitter kami @infojambidotcom | Tetap update informasi di manapun dengan http://m.infojambi.com dari browser ponsel Anda!


 

Berita Terkait