Jum'at, 24 Oktober 2014 Pukul 15:52:03

Pelajar di Jambi. (ilustrasi)Pelajar di Jambi. (ilustrasi)KOTAJAMBI — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi menjalin kerjasama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dalam meningkatkan mutu pendidikan dan profesionalisme guru melalui program lesson study. Kerjasama selama tiga tahun itu ditandai dengan penandatanganan naskah kerjasama, di aula Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Senin (22/7).

Penandatanganan kerjasama dilakukan oleh Gubernur Jambi diwakili oleh Sekda Provinsi Jambi, Ir H Syahrasaddin M.Si dan Rektor UPI Prof DR Sunaryo Kartadinata M.Pd.

Gubernur Jambi dalam sambutan tertulis yang dibacakan Syahrasaddin menyatakan, dalam visi Jambi Emas, peningkatan kualitas SDM merupakan prioritas pembangunan daerah. Salah satu faktor dominannya adalah pendidikan berkualitas yang akan melahirkan manusia-manusia pembangunan yang cerdas intelektual dan cerdas emosional serta cerdas spiritual.

“Pendidikan berkualitas dapat tercapai bila ada sinergitas antara manajemen pendidikan, ketersediaan sarana dan prasarana, pembiayaan serta ketersediaan guru yang cukup dari sisi kuantitas dan kompetensi,” ujar Syahrasaddin.

Dikatakan, program ini merupakan salah satu upaya serius pemerintah memperbaiki dan meningkatkan kualitas  pendidikan melalui inovasi dan kreatifitas yang progresif. Ia menyambut baik kerjasama ini sebagai salah satu upaya meningkatkan kompetensi guru di Jambi. Program ini telah dikembangkan di negara-negara maju dan terbukti dapat meningkatkan kualitas SDM. Pengenalan program ini di Indonesia telah dilakukan pengayaan program sesuai kearifan lokal.

Syahrasaddin mengatakan, kerjasama tersebut dapat mendongkrak kualitas pendidikan di Indonesia. Program lesson study diharap menjadi ajang perbaikan, pembenahan dan reformasi pendidikan di Jambi, sehingga dapat meningkatkan kualitas guru dan murid serta praktisi pendidikan.

Kerjasama itu merupakan langkah maju Pemprov Jambi di bidang pendidikan. Pemprov Jambi akan melakukan proses pembelajaran terhadap guru dan lingkungan, termasuk orangtua. Tahun ini ditargetkan 16 ribu guru dan secara bergulir selama tiga tahun tercapai 60 ribu guru.

Rektor UPI, Sunaryo Kartadinata, menyatakan, lesson study adalah model pembinaan dan pelatihan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan, berdasarkan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual bagi pendidik dan tenaga kependidikan.

Tujuannya untuk memperoleh pemahaman lebih baik tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar melalui peningkatan kopetensi pendidik dan tenaga kependidikan. Kopetensi ini meliputi kemampuan pedagogik, mengelola pembelajaran, kopetensi kepribadian, kopetensi profesional, kemampuan penguasaan pembelajaran serta kompetensi sosial kemampuan komunikasi secara efektif.

Menurut Sunaryo, melalui program ini para guru dituntut menajamkan materi pembelajaran, mengembangkan sistem hubungan sosial yang harmonis, serta kemampuan memberi nilai tambah terhadap rekan seprofesi dan peserta didik. Lesson study memiliki sentuhan yang lebih manusiawi, karena ada sisi lain dari proses dan hasil pembelajaran yang mendorong kemajuan guru, peserta didik dan masyarakat.

Sunaryo menuturkan, lesson study adalah sebuah program strategi pembelajaran yang 10 tahun lalu telah dikembangkan UPI melalui berbagai riset, penelitian dan praktek lapangan. Lesson study semakin memperoleh kepercayaan, penguatan dan tingkat keberterimaan, khususnya di masyarakat kependidikan. UPI mengangkat lesson study sebagai program unggulan dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan.

Proses pendidikan bermutu, menurutnya tidak semata dilihat dari hasil dalam bentuk prestasi akademik yang bagus. Prestasi ini harus dipertahankan dengan juga mengedepankan proses pembelajaran bermutu. Sebuah proses pendidikan tidak terbentuk dari perilaku-perilaku instan, tapi perilaku yang dilandasi sebuah motivasi, kegiatan dan kinerja bermutu. Ini sangat relevan dengan model pendidikan berbasis karakter yang diluncurkan Kementerian Pendidikan Nasional.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Erwan Malik, melaporkan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Pemprov Jambi pada pendidikan. Pada tahun 2013 ada 18 sekolah yang dipilih, meliputi SD enam sekolah, SMP enam sekolah, SMA empat sekolah, dan SMK dua sekolah. (infojambi.com/MAR)