Jum'at, 01 Agustus 2014 Pukul 15:36:37

MUARATEBO — Tak hanya hujan lebat disertai angin kencang yang membuat listrik di Kabupaten Tebo padam, tapi kelalaian para pengemudi truk atau kontainer di jalan lintas Tebo turut menambah penderitaan masyarakat. Akibat peristiwa tersebut, 11 tiang listrik jaringan Tegangan Menengah (TM) milik PLN menjadi korban selama April ini.

Manager Ranting PLN Muara Tebo, Mulyadi mengatakan, seringnya listrik padam sejak April ini dikarenakan bencana alam seperti angin dan pohon tumbang, serta kelalaian para pengemudi truk yang mengakibatkan tiang listrik milik PLN patah dan roboh.

“Selain Sabtu dan Minggu, beberapa hari terakhir listrik sering padam karena bencana angin ribut dan pohon tumbang. Bahkan yang terbaru pada Jum’at lalu karena kelalaian pengendara container yang menabrak tiang milik PLN di Babeko,” ujar Mulyadi.

Dikatakan, selain harus kehilangan sebelas tiang TM, PLN juga mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah, baik itu harga tiang TM yang Rp 6 juta per batang hingga upah para pekerja yang memasang dan memperbaiki jaringan di empat titik kerusakan.

“Sebelas tiang yang harus diganti ada di empat titik, yaitu Pasar Muara tebo 3 tiang, 5 tiang di SPBU Babeko yang ditabrak truk, 1 tiang tertimpa pohon di simpang pelayang, dan 2 tiang di Simpang Babeko yang dihantam container,” tuturnya.

Adanya gangguan alam dan kecelakaan yang diakibatkan kelalaian pengendara truk, pihak PLN Ranting Muara Tebo meminta maaf kepada masyarakat Tebo. Dengan adanya pemadaman tidak direncanakan tersebut bukan hanya PLN yang rugi karena tidak bisa menjual energi, tapi juga pengusaha dan aktivitas masyarakat jadi terhambat.

“Kami akui dengan adanya ini masyarakat benar-benar dirugikan. Kami juga mengalami kerugian karena tidak bisa menjual energi. Untuk itu kami sangat berharap pelanggan dapat memaklumi hal ini,” pintanya.

Sementara itu, untuk mengatasi  kerusakan yang terjadi di empat titik selama April, pihak PLN mengaku telah berupaya maksimal. Pengerjaan yang dilakukan untuk perbaikan pun juga melibatkan sejumlah kontraktor. Hanya saja kerusakan berat seperti di Simpang Babeko hanya bisa dilakukan satu grup. Itu dikarenakan medannya yang sulit. (infojambi.com/TEO)


Follow twitter kami @infojambidotcom | Tetap update informasi di manapun dengan http://m.infojambi.com dari browser ponsel Anda!


 

Berita Terkait