Selasa, 23 September 2014 Pukul 10:01:35

SUNGAIPENUH — AKPB H Sukman SH MH salah satu kandidat diunggulkan sebagai calon  Bupati Kerinci periode 2013 - 2017 mendatang mendapat respon dari banyak elemen masyarakat Kerinci.

Tokoh masyarakat Kecamatan Gunung Kerinci, Fahmi Dpt, mengatakan, Sukman adalah tokoh yang dapat membawa perubahan kedepan menjadikan Kerinci lebih baik. Masyarakat  Kerinci sudah sangat merindukan pemimpin yang dapat membawa Kerinci menjadi lebih baik.

Di pedesaan sosok H Sukman mejadi buah birbir dan sangat populer dibanding dengan kandidat lainnya. Ada dua sosok yang sangat populer saat ini, yakni H Sukman dan Adirozal. Namun bukan berarti calon incumben, H Murasman dan H Rahman yang juga bakal mencalonkan diri tidak memiliki simpati.

Fahmi mengungkapkan, dibanding kandidat lainnya, Sukman dijagokan hampir di semua wilayah desa se-Kerinci. Berbagai elemen masyarakat beramai-ramai siap menjadi relawan H Sukman.

Nama Adirozal juga sangat diunggulkan, diantaranya di Kecamatan Siulak, Gunung Kerinci, Kayu Aro dan Gunung Tujuh yang sebenarnya merupakan lumbung suara H Murasman hingga bisa duduk di kursi  BH 1 DZ pada Pemilukada 2010.

Menurut Fahmi, sekitar 75 persen mata pilih di kecamatan-kecamatan tersebut sudah beralih ke Adirozal. Pasalnya, masyarakat di empat kecamatan itu mengaku kecewa pada pemimpin Kerinci saat ini.

Seorang petani di Kayu Aro, Sugeng, mengaku dulu mendukung pasangan H Mursaman dan H Rahman karena visi dan misi mereka sangat menyentuh kepentingan masyarakat. Tapi kenyataannya selama kepempinan Murasman – Rahman hanya sekitar 25 persen kebijakan yang menyentuh kepentingan masyarakat petani.

Sugeng menjelaskan, masyarakat Kayu Aro dan Gunung Tujuh sekitar 85 persen hidup dari agrobisnis. Namun mereka selama ini terkesan terabaikan. Indikasi itu dibuktikan dengan anggaran yang dialokasikan dinas pertanian setiap tahun sangat kecil.

Dari kondisi itu masyarakat lebih cenderung memihak ke Sukman atau  Adirozal. Masyarakat menilai kedua sosok calon ini merupakan pilihan tepat bagi masyarakat Kerinci.

Hal senada dikemukakan Lukman Dpt, tokoh adat Kecamatan Keliling Danau. Menurutnya masyarakat Kerinci tidak akan tergiur dengan uang dalam pemilihan.

“Kami sudah merasakan pengalaman pahit. Gara-gara uang Rp 50 ribu, ditambah sebungkus rokok, hidup kami justeru menderita selama lima tahun,” beber Lukman. (infojambi.com/AS)