Senin, 18 Desember 2017 | 18:00

‎Wagub Apresiasi Hasil Panen Masyarakat Desa Jernih

foto : mulyadi

SAROLANGUN – Wakil Gubernur (Wagub) Jambi, Fachrori Umar, sangat mengapresiasi para petani Desa jernih, karena dari hasil panen yang dicapai para petani sudah bisa melebihi dari yang biasa dipanen, pemerintah berusaha merobah menset kebiasaan panen satu kali satu tahun kini bisa dua kali atau tiga kali dalama satu tahun.

Demikian dikatakan Wagub,Saat Panen Padi sawah Kelompok Tani Payo Lebar Desa Jernih Kecamatan Air Hitam, Sarolangun, Rabu (8/2).

Kedatangan Wagub yang didampingi Danrem 042 Gapu Kolonel Inf. Refrizal, Pj. Bupati Sarolangun, unsur forkompimda kabupaten sarolangun dan para kepala SKPD Provinsi Jambi dan Kabupaten Sarolangun disambut dengan pengalungan bunga pada Wagub, Danrem dan Pj. Bupati Sarolangun.

Wagub sangat bangga dan bahagia bertemu dengan pejuang kedaulatan pangan (pertanian). Dia merasa bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh para petani yang merupakan ujung tombak dari pangan.

“Dengan bekerjasama antara pemerintah, TNI dan masyarakat bukti tekad dan kesungguhan kita dalam melaksanakan program-program dan percepatan pelaksanaan pembangunan pertanian, guna memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus penguat ketahanan pangan nasional,” ungkap wagub.

Dikatakan, pembangunan pertanian tanaman pangan melalui upaya peningkatan produksi pangan yang difokuskan kepada aspek ketersediaan pangan yang memadai dan berkelanjutan,” Terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan beras merupakan tanggung jawab bersama.

Guna mencapai kondisi ketahanan pangan daerah yang kondusif, wagub berharap, panen yang dilaksanakan dapat memotivasi dan memberi manfaat dan dampak terhadap peningkatan kinerja sektor pertanian secara umum dengan ditandai peningkatan produktivitas pertanian, dengan tujuan bermuara pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Wagub juga mengajak para petani untuk memanfaatkan lahan kering sebagai lahan kebun tambahan dan pemerintah siap membantu peremajaan lahan. Pemenuhan kebutuhan beras merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.

“Kita harus saling kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, saling gotong royong,” sambung Wagub.

Selain itu wagub menghimbau para petani selalu bersyukur, karena pemerintah terus memperhatikan masyarakatnya. Pemerintah terus berupaya memperhatikan kesejahteraan masyarakat, dan masyarakat jangan pula terlalu manja kepada pemerintah kita juga harus berusaha dengan maksimal.

Wagub berpesan pada para petani untuk tidak mengalih fungsikan lahan sawah menjadi lahan pertanian lainnya. Jangan terlalu mudah mengalihfungsikan lahan sawah menjadi lahan lainnya, karena beras paling utama dibutuhkan oleh masyarakat.

Danrem 042/Gapu Kolonel Inf. Refrizal menyampaikan, pemerintah bersama TNI terus berupaya meningkatkan pendapatan dan mensejahterakan masyarakat ditahun 2016 yang lalu pemerintah dan TNI telah berhasil mencetak sawah seluas 120 hektar di Desa Jernih Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun.

Danrem sangat menginginkan Provinsi Jambi sebagai daerah penghasil beras dan bangsa Indonesia bisa sebagai swasembada beras. Para petani jangan ragu dan bimbang masalah penjualan beras. Bulog wajib membeli beras para petani sesuai harga pasar.

Pj Bupati Sarolangun, Arif Munandar juga sangat mengapresiasi kegiatan desa air jernih yang berkerja sama antara pemerintah dan TNI bersama masyarakat, cetak sawah merupakan salah satu solusi yang tepat untuk menghadapi permasalahan yang dihadapi bangsa ini.

“Pemerintah Kabupaten sangat mendukun langkah para petani dalam upaya peningkatan swasembada beras.” jelasnya

Camat Air Hitam, Suryadi, menyampaikan, ketersediaan lahan di Air Hitam lebih kurang 500 Ha, sawah lama lebih kurang 139 He, cetak sawah yang baru diareal 102 hektar ditahun 2016 dan akan cetak sawah baru 2017 lebih kurang 50 Ha. Dari usulan 12 kelompok tani, sumber air Desa Jernih lebih kurang 1200 Ha.

Sebelumnya pemerintah daerah dan masyarakat setempat melakukan rembuk atau kesepakatan adat bahwa sawah yang sudah dicetak tidak diperbolehkan alih fungsi.

“Saya sudah mengadakan rapat bersama tokoh masyarakat, dengan kesepakatan bahwa sawah yang sudah di cetak tidak diperbolehkan alihfungsi, apalagi dijadikan lokasi PETI,” kata Camat.

Melalui Camat para petani menyampaikan beberapa permintaan ke pemerintah provinsi dan kabupaten, yaitu membutuhkan 2 unit mesin pengiling padi, rehab berat dan jernih 48 unit power thareser, 24 unit handtracktor, 5000 m saluran Irigasi.

Usai panen wagub beserta Danrem dan Pj Bupati mengadakan tanya jawab bersama masyarakat Desa Jernih, dilanjutkan dengan peninjauan Dam Irigasi Desa Jernih. (infojambi.com)

Laporan : Sapra Wintani

 

Kategori Provinsi

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.