Kamis, 23 Mei 2019 | 00:11

Pembangunan Sekat Kanal di Desa Seponjen Ditinjau BRG dan Media

PENULIS : TIM LIPUTAN
EDITOR : WAHYU NUGROHO

Salah satu sekat kanal di area Tahura Desa Seponjen Kabupaten Muaro Jambi (foto Wahyu Nugroho)

INFOJAMBI.COM – Badan Restorasi Gambut (BRG) bersama 16 wartawan dari berbagai media, Selasa (30/4/2019) melihat dari dekat sekat kanal yang dibangun BRG di area Tahura Desa Seponjen Kabupaten Muaro Jambi.

Sejak tahun 2017–2018 telah dibangun 47 unit sekat kanal di Desa Seponjen yang bertujuan untuk menjaga tinggi muka air dan mencegah lahan gambut kering.

Terdapat 4 Pokmas yang secara gotong royong membantu realisasi sekat kanal, yakni Pokmas Karya Gambut, Pokmas Berkah Alam, Pokmas Gambut Raya, dan Pokmas Gambut Tahura.

Jenis sekat kanal yang dibangun di daerah ini merupakan sekat kanal dengan pelimpas/spillway. Dipilih karena ruas kanal yang ada di Desa Seponjen merupakan parit yang masih dimanfaatkan masyarakat sebagai jalur transportasi untuk mencari ikan atau mengangkut hasil kebun.

Sekat kanal yang dibangun adalah sekat mati dengan tujuan pengembalian fungsi gambut seperti semula dan konservasi air pada lahan gambut.

Model sekat kanal dengan pelimpas/spillway ini juga bertujuan agar lahan masyarakat tidak terbanjiri oleh air gambut, namun hanya menjaga ketinggian muka air 40 cm di bawah permukaan tanah. 

Pembangunan sekat kanal di Desa Seponjen tahun 2019 akan dilanjutkan sebanyak 13 sekat kanal di wilayah Tahura Orang Kayo Hitam.

Kegiatan lainnya yang telah dilaksanakan di Desa Sponjen ini yaitu revegetasi pada wilayah bekas terbakar di Taman Hutan Raya Orang Kayo Hitam seluas 25 Ha dengan jenis tanaman endemik kawasan gambut berupa: Jelutung rawa, Pulai rawa, dan Gelam.

Pokmas Gambut Seponjen Sejahtera dan Pokmas Harapan Baru juga mendapatkan bantuan revitalisasi ekonomi berupa penggemukan 7 kerbau untuk masing-masing desa beserta kandangnya.

Dalam kunjungan BRG bersama awak media di Sekat Kanal kawasan Tahura sekitar Tanjung, Andi Purwanto Ketua Pokmas Gambut Tahura, mengatakan ada 9 titik yang dibangun tahun 2018.
“Ini ada sekat kanal tipe 3 dan 4, kalau 3 itu ukuran 4×6 meter, lalu untuk tipe 4 berukuran 5×7 meter, lebih banyak tipe 3 dan 4 sebab tergantung kondisi ukuran kanal. Sekat kanal ini membantu agar dapat menjaga kondisi intensitas air, karena tanpa sekat dalam sepekan saja tidak hujan ini aliran bisa kering, sekat juga dapat menjaga kebersihan air secara alami,” ujar Andi Purwanto, saat melakukan pengecekan kondisi sekat kanal 3 dan 4.

Joko Triono, Perwakilan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi sebagai pejabat pengadaan, menjelaskan bahwa akan ada kembali dibangun sekat kanal lagi namun masih proses pembentukan pokmas.

Beberapa wartawan dari 16 media yang turut melihat dari dekat sekat kanal yang dibangun BRG

“Saya mewakili pak PPK karena kebetulan hari ini ke Jakarta. Sekat Kanal ini pembangunan tahun 2018 kita sudah anggarkan untuk pemeliharaan tahun 2019, nanti kita tunggu acuan, aturan dan juknis dari BRG pusat dalam hal pemeliharaan. Tahun 2019 di Tahura ini akan dibangun lagi 19 titik. Saat ini masih dalam proses persiapan pokmas tetapi ada kemungkinan menggunakan pokmas yang sudah ada di Desa Seponjen,” ujar Joko.***

Kategori Lensa

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.