1.000 Lebih Anak di Indonesia Korban Pornografi

PENULIS : RIFKY RHOMADONI
EDITOR : DODDI IRAWAN

INFOJAMBI.COM — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jambi mengadakan workshop, di aula kantor DWP Provinsi Jambi, Rabu (14/8/2019).

Workshop bertema peningkatan peran serta masyarakat dalam perlindungan perempuan terhadap tindak kekerasan melalui program three ends 2019.

Workshop diadakan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakat, khususnya anggota DWP, agar turut aktif mengawasi tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Workshop diikuti seluruh anggota DWP Provinsi Jambi. Mereka diajak ikut serta dalam menjalankan program Three Ends dari Kementrian Perlindungan Perempuan dan Anak.

Misi Three Ends adalah mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, mengakhiri perdagangan manusia, dan mengakhiri kesenjangan ekonomi terhadap perempuan.

Ketua DWP Provinsi Jambi, Hj. Neta Aryani Dianto mengatakan, kasus kekerasan yang selama ini diketahui hanya sebagian kecil.

Salah satu faktornya ialah ancaman dari pelaku terhadap korban agar tidak melaporkan kejadiannya pada siapapun.

“Kejadian ini seperti gunung es, terlihat ujungnya saja. Masyarakat menganggap hal ini hal tabu serta aib keluarga. Pola pikir seperti inilah yang harus diubah,” ujar isteri Sekretaris Daerah Provinsi Jambi itu.

Menurut data Dinas Pemberdayaan Perempuan Provinsi Jambi, kasus kekerasan lebih dominan terjadi terhadap anak di banding perempuan.

Permasalahan perempuan dan anak yang terjadi di Indonesia yakni bullying di sekolah dan lingkungan sekitar yang masih belum aman.

Lebih dari 1.000 anak menjadi korban pornografi berdasarkan data KPAI.

Sementara itu kekerasan untuk perempuan, satu dari tiga perempuan usia 15 sampai 64 tahun mengalami kekerasan oleh pasangan selain pasangan selama hidup mereka.

Satu dari lima perempuan yang pernah menikah mengalami kekerasan fisik maupun seksual selain pasangannya selama hidupnya. ***

Kategori Provinsi,Wanita dan Keluarga

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.