Ada “Diskotik” di Kantor Bupati, Memalukan !!!

Penulis : Alfatih || Editor : Dodik

Sejumlah siswa di gelandang ke Polres Tanjung Jabung Barat (foto : alfatih)
Sejumlah siswa di gelandang ke Polres Tanjung Jabung Barat (foto : alfatih)

INFOJAMBI.COM — Aksi para siswa dan siswi SMA Negeri 1 Kualatungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, saat menggelar acara kelulusan, Sabtu malam tadi, membuat heboh.

Mereka menggelar acara dugem bak di diskotik. Ironisnya, acara itu diadakan di aula Kantor Bupati.

Acara yang dibuat anak-anak SMA 1 Kualatungkal ini bertajuk “The Class of 21 Great Party”.

Dalam rekaman video berdurasi 16 detik yang beredar, anak-anak itu berjoget di bawah lampu kerlap kerlip dan suara musik house.

Parahnya lagi, sejumlah siswa tidak memakai masker. Padahal saat ini sedang pandemi covid-19, dan di Tanjung Jabung Barat angka penderitanya cukup tinggi.

Beruntung acara itu cepat diketahui aparat Polres Tanjung Jabung Barat. Acara langsung dihentikan, dan para siswa digeledah satu per satu.

Kapolres Tanjung Jabung Barat, AKBP Guntur Saputro, turun membubarkan acara. Dia minta panitianya bertanggung jawab, tanpa ada pengecualian.

“Semua yang terlibat kami periksa. Acara ini tidak ada izin keramaian, apalagi dilakukan malam hari,” tegas Guntur.

Acara ini kabarnya tanpa sepengetahuan pihak sekolah. Namun pihak kepolisian tidak mudah percaya.

Piahk kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah panitia.

Bupati Tanjung Jabung Barat, H Anwar Sadat, marah besar melihat anak-anak SMA yang baru menyelesaikan ujian akhir itu.

Anwar bergerak cepat mendatangi Polres Tanjung Jabung Barat. Dia minta seluruh panitia dan orangtua siswa dipanggil ke polres.

Anwar menegaskan bahwa kegiatan ini sangat tidak bagus dan memalukan. Ditambah lagi saat ini suasananya menjelang bulan puasa dan masih dalam pandemi covid-19.

“Perbuatan ini tidak mencerminkan seorang pelajar. Sebentar lagi masuk bulan suci Ramadan. Pelajar itu bukan begitu perbuatannya. Ini sangat memalukan,” tandas Anwar.

Bupati yang dikenal agamis ini minta peristiwa ini menjadi pelajaran. Para siswa yang baru tamat sekolah tidak pantas menggelar pesta seperti itu.

“Makanya dari dulu dilarang kumpul-kumpul melampiaskan kelulusan. Melampiaskan kelulusan itu harusnya dengan evaluasi. Boleh syukuran, tapi bukan pesta,” tegas Anwar.

Anwar menegaskan akan mencabut izin even organizing (EO) yang menyelenggarakan kegiatan ini. Soal sanksi hukum dia menyerahkan pada pihak kepolisian. ***

Kategori Pendidikan

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.