Minggu, 25 Juni 2017 | 00:13

Akom Bantah Dirinya Disebut Legowo

Ade Komarudin saat memberikan keterangan kepada wartawan ll Bambang Subagio
Ade Komarudin saat memberikan keterangan kepada wartawan ll Bambang Subagio

JAKARTA – Ketua DPR RI, Ade Komarudin, membantah pernyataan di berbagai media yang menyebut dirinya, bersikap legowo, terkait pergantian atau pengembalian pimpinan DPR ke Setya Novanto.

Dalam pertemuan dengan pers di gedung DPR, Senin (28/11/2016) malam, Ade Komarudin yang akrab disapa Akom itu hanya mengatakan “rapopo” dan teu sawios.

“Siapa yang bilang legowo? Ada udang di balik batu itu. Ada pesanan kayaknya sih. Saya kan orang campur Jawa-Sunda, saya lahir di Sunda, leluhur saya Jawa, bapak saya Sunda. Orang Jawa semua bilang gitu (ora popo). Karena disampaikan Presiden kan, jadi terkenal,” ujar Akom, saat ditemui di Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (29/11).

Akom mengungkapkan, ada sebuah media yang menulis seolah dirinya ‘legowo’ dengan rencana pengembalian Ketua Umum Golkar, Setya Novanto, ke kursi Ketua DPR.

“Media yang menulis seperti itu, berarti ada udang di balik batu, sepertinya ada pesanan di dalamnya,” ujar Akom.
Meski mengaku tak legowo, Akom mengatakan, dirinya akan mematuhi semua peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

“Saya tidak bilang “Legowo”, saya cuma bilang akan mematuhi semua peraturan dan perundang-undangan terkait hal ini,” kata Ketum SOKSI itu.

Sebelumnya, Senin (28/11/), Ketua Dewan Pembina Golkar, Aburizal Bakrie sepakat dengan DPP Partai Golkar yang mengajukan Ketum Partai Golkar, Setya Novanto, menjadi Ketua DPR RI, menggantikan Ade Komarudin. Kesepakatan itu terjadi setelah  Setya Novanto bertemu elama 2 jam 45 menit di Bakrie Tower, Jakarta.

Keputusan ini diambil mengacu pada putusan Mahkamah Konstitusi terkait kasus “Papa Minta Saham” yang menyeret nama Novanto. Keputusan MK, dikuatkan dengan keputusan Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI yang tidak pernah menjatuhi hukuman untuk Novanto. Setnov mundur  dari kursi ketua DPR Desember 2015 lalu, karena tersangkut kasus “Papa Minta Saham”.

Tawarkan Akom Posisi Prestisius

Kategori Nasional

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.