Minggu, 21 Januari 2018 | 09:37

Al Haris Temukan Goa Benteng

BANGKO — Ada yang menarik saat Bupati Merangin, H Al Haris, melakukan perjalanan pejabat tidur di dusun (Pertisun), di Desa Pulau Bayur, Kecamatan Pamenang Selatan, Merangin.

Di desa yang berbatasan dengan Kabupaten Sarolangun itu, Bupati bersama warga menemukan goa. Belakangan diketahui goa itu bernama Goa Benteng.

Untuk sampai ke goa tersebut tidak mudah, harus berjalan merambat. Bupati dan rombongan berjalan meniti tumpukan batu-batu besar hingga sampai ke puncak bukit batu.

Di atas bukit batu, indah betul pemandangannya, di bawahnya ada sungai Batangtembesi yang mengalir deras. Di atas bukit batu itu pula terdapat mulut goa.

Batu-batu di goa ini sangat beda, seperti pohon kayu yang sudah membatu. Goa ini masih sangat alami dan hanya beberapa warga saja yang pernah dan berani masuk ke goa ini,’’ jelas Bupati.

Meskipun pagi hari itu kondisi cuaca di Desa Pulau Bayur turun hujan dan batu-batunya sangat licin, namun Bupati sangat bersemangat menuju goa yang kabarnya di dalamnya banyak terdapat kelelawar dan burung layang-layang.

Sampai di bibir Goa Benteng, Bupati sempat masuk sekitar dua meter ke mulut goa, namun kemudian urung melanjutkan perjalanannya. Untuk bisa masuk lebih dalam ke goa itu, harus melewati pintu sumur.

Pintu sumur itu dalamnya sekitar 12 meter, bila sudah sampai dasar pintu itu baru jalan masuk ke goa itu datar. “Kita tidak membawa peralatan seperti tali untuk turun dan penerangan,” terang Bupati.

Lain kali Al Haris akan datang lagi ke sana dengan peralatan lengkap, termasuk tabung oksigen. Di dalam goa sangat gelap dan lembab. Kabarnya juga terdapat sungai kecil yang mengalir.

Menurut Lukman, salah seorang warga, Goa Benteng dulunya tempat persembunyian warga Desa Pulau Bayur saat diserang tentara Belanda dengan peralatan perang yang lengkap.

“Warga mengendap-endap masuk bersembunyi di goa ini. Saat masuk ke goa ini dulu warga membawa berbagai barang berharga miliknya. Jadi di dalam goa ini banyak terdapat harta berharga milik warga yang disimpan,” jelas Lukman.

Pernah beberapa tahun lalu warga menemukan sepucuk senjata laras pendek di bibir goa. Namun sayang, sampai sekarang tidak diketahui pasti siapa yang menyimpan dan memegang senjata tersebut. (infojambi.com)

Laporan : Teguh

Kategori Wisata

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.