Al Haris: Waspada Al Quran Palsu di HP Android

PENULIS : TEGUH
EDITOR : WAHYU NUGROHO

INFOJAMBI.COM – Bupati Merangin H Al Haris didampingi Ketua TP PKK Merangin Hj Hesti Haris, pada Rabu malam (10/7/2019) membuka Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ), tingkat Kecamatan Renah Pamenang di pelataran Pendopo Desa Bukit Bungkul.

Ada sembilan cabang lomba yang digelar pada MTQ kali ketiga tersebut, yaitu cabang Tilawah, Tahfidz, Tafsir, Fahmil Al Quran, Syahril Al Quran, Khath Al Quran, M2IQ (Musabaqah Makalah Alimiyah Alquran), Marhaban dan Rebana.

Pada MTQ yang berlangsung meriah, dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama H Marwan, Asisten I Setda Merangin Abdul Gani dan para camat di wilayah Pamenang itu, diikuti sebanyak 172 orang Qori dan Qoriah.

Sebanyak 172 orang Qori dan Qoriah tersebut berasal dari empat desa di Kecamatan Renah Pemenang, Desa Bukit Bungkul sebanyak 44 orang, Lantak Seribu 17 orang, Meranti sebanyak 60 orang dan Desa Rasau sebanyak 51 orang.

“Disamping sebagai syiar Islam, MTQ juga sebagai media kita untuk membuka dan membaca Al Quran. Kita ingatkan hati kita kalau Al Quran merupakan tuntunan hidup, untuk itu sering-seringlah membaca Al Quran,” ujar Bupati.

Dalam membaca Al Quran sekarang ini lanjut bupati, banyak masyarakat yang cenderung ingin instan, lewat handphone android. Hal itu perlu diwaspadai, karena tidak menutup kemungkinan Al Quran di handphone android itu bisa diselewengkan.

Mungkin jelas bupati, ada bacaan Al Quran pada handphone android yang diubah, untuk tujuan tertentu. Mungkin juga Al Quran di handphone android itu ada yang palsu, sehingga bisa menyesatkan.

Untuk itu bupati minta bacalah Al Quran secara manual, dengan kitab Al Quran cetakan, sehingga kalaupun ada ayat yang diselewengkan bisa cepat diketahui dari Al Quran cetakan tersebut.

“Sebanyak 67 persen anak dan remaja Indonesia merupakan pengguna handphone android. Jika benar ada ayat-ayat Al Quran yang diselewengkan di handphone androit, jelas akan sangat berbahaya,” terang Bupati.

Di Amerika Serikat saja jelas bupati, anak-anak usia sekolah tidak diperbolehkan lagi sebagai pengguna handphone android, sebab sangat banyak pengaruh-pengaruh buruk  yang bisa mengganggu perkembangan polapikir anak.

Terkait hal itu, bupati melarang anak usia sekolah di Kabupaten Merangin menggunakan handphone android. Hal ini mengingat berbagai kejadian negatif akhir-akhir ini di Merangin bersumber dari handphone android.

“Ada anak gadis dibawah umur dibawa kabur kekasihnya yang baru dikenal lewat facebook. Sikap anak pengguna handphone android cenderung tak acuh dengan lingkungannya dan berbagai kejadian negatif lainnya,” jelas Bupati.***

Kategori Merangin

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.