Sabtu, 21 Oktober 2017 | 02:31

Aliansi Pilar Tuding Banyak Borok di BPN Sarolangun

Demo di kantor BPN Sarolangun.

INFOJAMBI.COM — Massa dari Aliansi Penyambung Lidah Rakyat (Pilar) menggelar unjukrasa, di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sarolangun, Selasa (10/10).

Massa menyampaikan sejumlah pernyataan sikap, terkait kinerja kantor BPN. Dalam aksinya Aliansi Pilar menilai BPN tidak transparan dan akuntabel melayani masyarakat dalam pembuatan sertifikat hak milik tanah.

Aliansi Pilar juga menuntut penyelesaian konflik agraria yang terjadi di Kabupaten Sarolangun, terutama yang melibatkan masyarakat dengan perusahaan.

BPN Sarolangun didesak segera melaksanakan amanat UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Dokumen HGU adalah salah satu dokumen yang bisa diakses masyarakat.

Pilar juga minta BPN segera mengusut dugaan praktek pungutan liar dan suap dalam mengurus administrasi pembuatan sertifikat tanah, yang diduga dilakukan oknum pegawai BPN Sarolangun.

Iskandar, koordinator aksi, menyampaikan, berharap tuntutan mereka direalisasikan oleh BPN Sarolangun, terutama masalah tapal batas dan HGU serta dugaan pungli.

Kepala BPN Sarolangun, Mubarokuzzaman, A.Ptnh, tidak mempermasalahkan unjukrasa di kantornya. Dia justeru senang dengan aksi ini, karena jadi bisa menjalin komunikasi.

Menurutnya BPN berupaya memberi pelayanan terbaik pada masyarakat dengan mengedepankan prinsip keterbukaan.

“Kami siap menerima dari pihak manapun yang ingin melakukan komunikasi, karena sudah ada bagian-bagian yang melayani,’’ kata Mubarokuzzaman.

Soal isu pungli, menurut Mubarokuzzaman, di BPN pungli paling ditakuti. Apalagi sejak kepemimpinan Presiden Jokowi. Pungli disikat habis dan sudah ada Tim Saber Pungli yang menangani.

“Tidak ada ampun bagi pelaku pungli, termasuk saya,” tandas Mubarokuzzaman.

Untuk mencegah aksi pungli di BPN Sarolangun, Mubarokuzzaman sudah menyiapkan loket dan setiap keperluan tidak dipungut biaya.

“Kami tutup semua pintu, baik samping maupun belakang, yang ada hanya dari depan, melalui loket. Itu salah satu upaya mencegah terjadinya pungli,” kata Mubarokuzzaman.

Soal dugaan oknum pegawai BPN melakukan pungli, Mubarokuzzaman akan melakukan klarifikasi dan membentuk tim mengusutnya. Jika terbukti, akan ditindak sesuai aturan.

“Kalau ada oknum pegawai BPN melakukan pungli, laporkan ke saya, akan saya proses,” tandasnya. (Rudy Ichwan — Sarolangun)

 

Kategori Lensa

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.