Amankan Jambi, Kapolda Kerahkan 1.500 Personil

Penulis : Andra Rawas || Editor : Dodik

Kapolda Jambi, Irjen Pol Albertus Rahmad Wibowo

INFOJAMBI.COM — Untuk mengantisipasi ancaman teror di Provinsi Jambi, pasca bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makasar, Sulawesi Selaran, Polda Jambi mengerahkan sedikitnya 1.500 personel pengamanan.

Kapolda Jambi, Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo memerintahkan polres dan polresta jajaran Polda Jambi memperkuat pengawasan menjelang perayaan Paskah di Provinsi Jambi.

Pola pengamanan melibatkan TNI dan ormas, melakukan pengamanan di pintu masuk gereja.

Kapolda Jambi telah menggelar rapat internal, dihadiri seluruh PJU Polda Jambi dan kapolres, serta kapolresta.

Diketahui, di Jambi juga pernah dilakukan penangkapan pelaku terorisme. Selain itu juga untuk mengantisipasi adanya pergerakan teroris di wilayah Jambi.

“Kami sudah menerima informasi dari Densus 88. Insya Allah wilayah Jambi aman. Namun kita harus tetap waspada, terutama pada pelaksanaan hari pekan suci umat Nasrani. Mulai Kamis sampai Minggu. Akan ada perayaan Kamis suci, Jumat agung dan perayaan paskah,” katanya, Senin (29/3/2021).

Tidak hanya itu, mengingat pandemi covid- 19, Kapolda memerintahkan para kapolres dan kapolresta melakukan pendataan dan mengimbau pimpinan gereja menerapkan protokol kesehatan.

Karo Ops Polda Jambi, Kombes Pol Imam Setiawan mengatakan, Polda Jambi sudah menyiagakan sekitar 1.500 personil, khusus untuk pengamanan perayaan Paskah, dibantu polres dan polresta.

“Dari tanggal 1 sampai 4 April. Kami mengidentifikasi gereja mana yang banyak jemaatnya. Kami mengamankan ini juga melibatkan unsur TNI, ormas dan Polri,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, untuk jumlah personil yang akan disiagakan di gereja tergantung besar gereja dan banyaknya jemaat yang melakukan ibadah.

“Setiap gereja berbeda kerawanannya. Semakin besar gereja dan ramai jemaatnya, semakin besar personil yang ditempatkan. Memang ada beberapa gereja yang sudah tidak aktif lagi,” bebernya.

“Hanya ada satu pintu masuk yang dilengkapi dengan set dor. Siapapun jemaatnya harus bisa menerima, karena kami melakukan pengecekan secara selektif,” jelasnya.

Mengantisipasi ancaman teror, selain memperketat pengamanan, Polda Jambi juga mengimbau para jamaat agar tidak membawa tas, cukup bawa alkitab. ***

Kategori Hukrim

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.