Anak Tak Diterima, Orangtua Gembok Pagar SMA 2

Warga gembok pagar SMA 2 Kota Jambi

KOTAJAMBI — Anak tidak diterima masuk sekolah di lingkungan tempat tinggal mereka, ratusan warga mendatangai SMA Negeri 2 Kota Jambi. Para orangtua yang marah menggembok pintu pagar sekolah itu, Selasa (4/7).

Penyegalan ini merupakan bentuk protes warga terhadap Pemerintah Provinsi Jambi, khususnya dalam penerimaan siswa baru. Warga minta Gubernur Jambi, H Zumi Zola, meninjau ulang aturan penerimaan siswa yang memberatkan itu.

Warga merantai dan menggembok pintu pagar SMA Negeri 2 ini karena marah. Anak-anak mereka tidak diterima menuntut ilmu di sekolah ini, dengan dalih aturan. Padahal mereka tinggal di sekitar sekolah ini.

Aksi ini terjadi spontan saja. Kesal melihat tidak adanya toleransi pihak sekolah, warga akhirnya mengambil rantai besar dan gembok. Pagar sekolah ini disegel sebagai bentuk kekecewaan.

Warga sekitar juga membawa anak-anaknya yang tidak lulus penerimaan siswa baru secara online. Mereka bermukim di tiga RT, di sekitar sekolah yang berada di Jalan Pangeran Antasari, Talangbanjar, Jambi Timur, Kota Jambi ini.

Ratusan warga berkerumun di luar pagar sekolah. Mereka berjaga-jaga agar rantai yang dipasang tidak dibuka oleh pihak sekolah. Warga juga membawa berkas verifikasi pendaftaran anak-anaknya.

Warga sekitar, Andi Wijaya, marah besar anaknya tidak bisa belajar di sekolah yang ada di dekat rumahnya. Ia minta Gubernur Jambi memperhatikan anak-anak yang tinggal di lingkungan sekolah. Gubernur didesak meninjau ulang aturan yang ada.

Hal serupa disampaikan warga lainnya, Simroh. Ia heran melihak anak-anak yang tinggal jauh dari sekolah ini diterima, sementara anak-anak sekitar tidak diterima. Simroh minta anak-anak mereka bisa sekolah di sini.

Simroh makin kesal, lantaran pihak sekolah menyuruh mereka mengurus sendiri ke dinas pendidikan provinsi, bahkan kalau perlu ke gubernur. Ia dan warga lain tidak akan membuka gembok itu sampai anak-anaknya diterima.

Untuk mengantisipasi keributan akibat kemarahan para orangtua ini, aparat kepolisian turun berjaga-jaga. Polisi mengantisipasi aksi susulan yang lebih besar, sampai ada solusi dari Pemprov Jambi. (infojambi.com)

Laporan : Andra Rawas

 

Kategori Pendidikan

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.