Jumat, 24 November 2017 | 20:07

Aparat Harus Bertindak Tegas, Stop Geng ‘Klithih’ dan Kekerasan!

My Esti Wijayanti, aparat kepolisian harus stop aksi kekerasan dilakukan pelajar ll Bambang Subagio

JAKARTA – Anggota komisi X DPR, My Esti Wijayati, mendesak institusi kepolisian menindak tegas terhadap kejadian penganiayaan, pembacokan dan kekerasan dikalangan remaja dan pelajar di Provinsi Daerah Yogyakarta, yang kian memprihatinkan.

Hilangnya nyawa korban Adnan Wirawan Ardian, Selasa (14/12) lalu, warga Dusun Lanteng, Bantul, Yogyakarta, merupakan rangkaian gengsterisme yang tidak bisa dipisahkan dari bentuk-bentuk kekerasan yang dilakukan oleh dan terhadap remaja/pelajar.

“Aparat kepolisian harus menindak tegas pelaku penganiayaan dan pembacokan terhadap Adnan Wirawan Ardian. Harus diadili berdasarkan ketentuan hukum, dengan tetap memberikan pendampingan yang menyadarkan dan memberikan “efek jera” bagi para pelaku remaja,“ kata My Esti di gedung DPR Jakarta, Jumát (16/12).

My Esti mengatakan, maraknya Geng “Klithih” dari sejumlah pelajar berujung pada tawuran dan bentrok serta melukai sesama remaja dan pelajar. Tindakan benar-benar diluar batas perikemanusiaan, menambah daftar buruk potret pendidikan dan bidang kepemudaan.

“Hentikan dan bubarkan berbagai bentuk gengsterisme di DIY. Tewasnya Adnan Wirawan Ardian, membawa duka mendalam bagi saya, keluarga dan warga DIY,“ katanya.

Menurut My Esti, dalam kurun waktu setahun telah terjadi kejadian diluar kewajaran remaja/pelajar. Pada Februari 2016 lalu, dua pelajar anggota “Geng Klitih” menyerang pengendara sepeda motor di Jalan Kabupaten (Sleman). Kasus pembacokan geng klitih terjadi di Jalan Parangtritis Manding Agustus lalu, dan masih banyak kejadian lain.

“Kami mendorong Badan Narkotika Nasional/Daerah dan masyarakat luas, untuk aktif memerangi narkoba, karena gengsterisme di kalangan remaja merupakan “target pasar” para bandar narkoba dan obat-obatan terlarang,“ ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Lebih jauh My Esti mengatakan banyak pemberitaaan yang justru memicu dan memancing spiral kekerasan di masyarakat.

“Saya mengajak pelaku media untuk menggunakan etika profesi yang mengedepankan pertimbangan dampak pemberitaan, agar tidak menimbulkan spiral kekerasan lanjutan,“ katanya. (infojambi.com/A)

Laporan : Bambang Subagio




Kategori Nasional

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.