Apo Cerito Kocok Ulang Kabinet Pekan Ini, Terserah Pak Jokowi

Editor: Rahmad

INFOJAMBI.COM – Kocok ulang atau reshuffle Kabinet Indonesia Maju yang sebelumnya didengungkan belum juga diumumkan. Reshuffle awalnya diyakini diumumkan Presiden Joko Widodo pada pekan ini.

Sejumlah informasi dan prediksi menguap ke publik perihal reshuffle jilid II. Dari inisial anggota kabinet yang bakal di reshuffle hingga partai oposisi yang bakal dirangkul menjadi koalisi.

Informasi menguatkan isu reshuffle awalnya disampaikan Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin. Ngabalin awalnya yakin reshuffle akan diumumkan Presiden Jokowi pekan ini.

Namun hingga Minggu (18/4), reshuffle tak juga diumumkan. Kabarnya, menurut Ngabalin, ada yang masih ditunggu oleh Presiden Jokowi yakni selesainya Keppres terkait nomenklatur kementerian baru.

“Konsekuensi dari penggabungan dua kementerian itu maka penataan ulang kelembagaan. (Lewat apa) karena nomenklaturnya beda akibat dari penggabungan. Begitu demikian halnya dengan BKPM. Itu pun dibentuk baru jadi penataan kelembagaan itu tentu membutuhkan waktu,” kata Ngabalin, Jumat kemarin.

Adapun dua kementerian yang digabung yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek). Penggabungan dua kementerian itu dilakukan karena pemerintah ingin membantu Kementerian Investasi.

Penggabungan Kemendikbud dan Kemenristek memunculkan spekulasi penggantian Nadiem Makarin dari kursi Mendikbud. Jubir Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman menjawab isu Nadiem di reshuffle.

Sosok yang dinilai pantas mengisi jabatan Mendikbud, Riset, dan Teknologi adalah Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti.

“Kita tidak tahu kapan Presiden akan mengisi kedua kementerian ini, yang satu pembentukan baru Kementerian Investasi, yang kedua istilahnya pengubahan apakah tetap Pak Nadiem atau ada yang lain, yang tahu hanya Presiden Joko Widodo dan Allah SWT,” sebut Fadjroel lewat siaran langsung di Instagram pribadinya pada Jumat (16/4).

Lalu siapa yang bakal mengisi jabatan menteri investasi? Ada satu nama yang disebut-sebut, yakni Muhammad Rapsel Ali. Rapsel merupakan kader NasDem.

Rapsel adalah menantu Wapres Ma’ruf Amin. Namun, berdasarkan informasi yang didapat, nama Rapsel Ali tak berdiri sendiri sebagai calon menteri investasi.

Sebelum itu, lebih dulu muncul informasi perihal inisial anggota kabinet yang akan di-reshuffle. Selain itu, ada prediksi yang menyebut PAN akan ditarik masuk koalisi.

Inisial anggota kabinet yang akan di-reshuffle diumumkan oleh elite PKB, Luqman Hakim. Menurut Luqman, informasi inisial ini valid.

“Presiden Jokowi akan me-reshuffle anggota kabinet yang dengan inisial huruf M,” kata Lukman, Kamis lalu.

Setidaknya ada 4 anggota kabinet yang inisialnya M, yakni Menko Polhukam Mahfud Md, Menko PMK Muhadjir Effendy, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

Dari 4 nama tersebut, yang dinilai paling memiliki potensi untuk di-reshuffle adalah Moeldoko. Penilaian itu didasari atas manuver Moeldoko terhadap Partai Demokrat.

Kemudian prediksi PAN masuk koalisi. Prediksi ini sejalan dengan informasi inisial anggota kabinet yang akan di-reshuffle.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno memprediksi PAN akan mengisi pos Kemenko PMK dan Kemenhub. Kemenko PMK diketahui saat ini dipimpin Muhadjir Effendy.

“Di luar itu, jika pun ada isu reshuffle sangat terkait dengan santernya PAN yang bakal bergabung dengan koalisi Jokowi. Nama kementerian Kementerian PMK dan Kementerian Perhubungan kerap dikaitkan jika PAN jadi bergabung,” ucapnya.

Beberapa nama lainnya mencuat dan meramaikan spekulasi menteri-menteri anyar yang akan masuk ke pemerintahan Jokowi seperti Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Yusril Ihza Mahendra, hingga Jimly Asshiddiqie.

Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno tidak mempersoalkan jika ke depan terjadi kocok ulang menteri di kabinet. Ia juga menegaskan jika kewenangan reshuffle sepenuhnya menjadi hak prerogatif Jokowi.

Pihaknya tidak ingin masuk terlalu jauh dan mengomentari siapa yang seharusnya menjabat atau digantikan siapa. Telebih, soal keputusan Jokowi melebur Kemenristek ke dalam Kemendikbud disertai pembentukan Kementerian Investasi.

“Terserah. Itu kan prerogatif presiden. Siapapun ditempatkan di situ figurnya,” kata Eddy kepada wartawan, Kamis lalu.

Meski pihaknya berada di luar pemerintahan Jokowi, partainya sedari awal tetap mendukung semua kebijakan pemerintah.

“Meskipun kita akan selalu bersuara jernih, akan memberikan masukan yang sifatnya korektif, kita memberikan masukan yang sifatnya konstruktif, dan apa yang disampaikan oleh PAN itu tentu untuk kepentingan bersama yang positif,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA) Fadhli Harahab menilai ada sejumlah nama tokoh yang berpeluang ditunjuk oleh Presiden Jokowi dalam reshuffle kabinet kali ini.

“Kementerian Investasi Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) cocok sepertinya. Selain berpengalaman, Ahok juga disebut masuk tim perumus ibu kota baru. Di sini peran Menteri diuji bagaimana menarik investor masuk meramaikan ibu kota tanpa melupakan daerah atau provinsi lainnya,” kata Fadhli.

Ketua Umum Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer menyoroti dua nama yang dinilai cukup diperhitungkan untuk menggantikan menteri dengan kinerja melempem yakni Yusril Ihza Mahendra dan cendikiawan muslim Prof Jimly Asshiddiqie.

Menurutnya, Yusril pantas dimandati sebagai Menteri Sekretaris Negara yang sebelumnya diduduki oleh Pratikno sedangkan Prof Jimly akan menempati Kemendikbud-Ristek.

(Detik/WE/Berbagaisumber)

Kategori Politik

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.