Asap Masuk ke Jambi, Pemkab Muba Minta Maaf pada Masyarakat Jambi


PENULIS : ANDRA RAWAS
EDITOR : WAHYU NUGROHO

INFOJAMBI.COM – Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan berdampak ke Jambi. Untuk itu Pemkab Musi Banyuasin minta maaf pada masyarakat Jambi.

Pemkab Muba juga menjalin kerjasama dengan satgas Karhutla Jambi untuk memadamkan api di wilayahnya.

Kabut asap menyelimuti Kota Jambi beberapa hari belakangan. Sebagian besar asap berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Musi Banyuasin Sumatera Selatan.

Sekitar tiga ribu hektar lahan terbakar di Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lincir Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan, dimana daerah itu berbatasan langsung dengan Kabupaten Muaro Jambi.

Asap terbawa angin masuk ke wilayah Jambi, sehingga mengganggu aktivitas warga, bahkan penerbangan.

Menyikapi kejadian itu, Pemkab Musi Banyuasin menemui satgas karhutla Provinsi Jambi. Mereka menyampaikan permohonan maaf pada masyarakat Jambi.

Selain meminta maaf, Staf Ahli Bupati Musi Banyuasin, Bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan, Hariadi, juga menjalin kerjasama dengan Satgas Karhutla Provinsi Jambi, dalam upaya memadamkan api.

Kebakaran lahan gambut di Desa Muara Medak meluas hingga 3.000 hektar lebih. Jika tidak segera diatasi, dikhawatirkan meluas hingga ke Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.

Menurut Hariadi, lahan gambut yang terbakar tersebut milik masyarakat. Lahan itu terbakar sejak sepekan terakhir, sampai sekarang belum padam.

Kasi pengendalian pencemaran dinas lingkungah hidup Provinsi Jambi Dian Hariani mengungkapkan, indeks standar pencemaran udara di Provinsi Jambi masih dalam kategori sedang, udara berbahaya bagi penderita alergi tingkat tinggi.

Dansatgas Karhutla Provinsi Jambi, Kolonel Arh Elphis Rudy menyatakan, luas lahan terbakar di Provinsi Jambi saat ini 370 hektar, sebagian besar di lahan gambut.

Satgas Karhutla Jambi turut membantu Pemkab Musi Banyuasin memadamkan api, agar tidak merembet ke Jambi.

Pemadaman api di perbatasan Musi Banyuasin dan Muaro Jambi melibatkan 5.000 petugas gabungan. Nanti akan ditambah lagi dengan petugas satgas Karhutla dari Jambi.

Pemadaman selain melalui jalur darat, juga dilakukan dari udara menggunakan heli water bombing.***

Kategori Lensa

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.