Sabtu, 15 Desember 2018 | 23:34

Ayah Bejat, Anak Kandung Sendiri Dicabuli

Penulis : Jefrizal
Editor : M Asrori S

Muk, Pelaku pencabulan saat diperiksa Polisi.

INFOJAMBI.COM – Akibat kelakuan dan perbuatannya tak senonoh, pelaku Muk (38), warga Desa Air Batu, Kecamatan Tabir Ilir, kini dia terpaksa diamankan aparat kepolisian Polsek Tabir. Karena diduga berbuat cabul terhadap anak kandungnya sendiri.

Mirisnya, perbuatan cabul yang dilakukan Muk, terhadap anaknya berinisial NR (15) itu, sudah terjadi sejak setahun terakhir.

Awalnya pelaku pulang dari bekerja tambang emas ilegal, sampai di rumah Muk berniat mengajak isterinya untuk berhubungan bandan, namun keinginannya ditolak isterinya.

Karena ditolak dan merasa kesal, pelaku Muk lalu pergi keluar rumah dan mabuk-mabukan bersama teman-temannya. Tak lama kemudian dalam kondisi mabuk itulah pelaku pulang ke rumah langsung masuk ke kamar anaknya.

Singkat cerita, perilaku aneh sang ayah ini, terus belanjut dan berulang-ulang kali mencabuli anak kandungnya sendiri. Perbuatan tak senonoh itu dilakukan Muk, kurang lebih berlangsung selama setahun.

Sampai akhirnya, aksi bejat pelaku Muk terbongkar dan diketahui istrinya, setelah korban dituduh pelaku mencuri uang miliknya. Karena tak tahan lagi dengan prilaku ayahnya, akhirnya korban NR, menceritakan prilaku ayahnya kepada ibunya.

Mendengar cerita dari anaknya itu, istri pelaku minta tolong kepada pihak keluarganya yang lain untuk mengamankan suaminya, kemudian pelaku diserahkan ke Polsek Tabir, untuk diproses secara hukum.

Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya melalui Kanit Reskrim Polsek Tabir, IPDA Rezi saat dikomfirmasi, membenarkan, pihaknya telah mengamankan seorang pelaku perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur.

“Pelaku mulanya diamankan pihak keluarga dari istrinya, baru kemudian diserahkan ke kami,. Setelah diintrograsi, pelaku mengakui perbuatannya mencabuli anak kandungya,” jelas IPDA Rezi, Rabu (5/12/2018).

Kanit juga mengatakan, dari pengakuan pelaku Muk, ia hanya empat kali melakukan tindakan cabul terhadap anaknya, kejadian itu berlangsung dalam rentang waktu setahun.

“Dari cerita pelaku, dirinya tega berbuat itu, karena kesal terhadap istrinya yang tak mau melayani nafsunya. Itu keterangan dari pelaku. Sedang keterangan dari korban berbeda. Perbuatan asusila ayahnya itu, terjadi berulang-ulang dan ayahnya dalam keadaan mabuk,” tutupnya.***


Kategori Hukrim

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.