Bangun Jalan Darurat, Pemerintah Pinjam Tanah Warga

Pj Bupati meninjau jalan putus || foto : riko primando

SAROLANGUN — Pemkab Sarolangun akan meminjam tanah warga, untuk membuat jalan baru. Jalan ini agar transportasi tidak terganggu akibat putusnya jalan, di Dusun Tanjungputus, Desa Temenggung, Limun, akibat longsor.

“Kami akan pinjam tanah warga untuk membuat jalan sementara, di sebelah lokasi longsor. Pemilik tanah sudah setuju, tinggal dibuat perjanjian. Tanah akan dikembalikan ke pemiliknya, jika kondisi sudah normal,” kata Pj Bupati Sarolangun, Arief Munandar.

Dikatakan, jalan sementara dari Desa Pancakarya menuju Pulaupandan tidak akan mengganggu. Tidak sampai menimbulkan dampak negatif terhadap perekonomian masyarakat setempat.

Selain itu, akan dilakukan sejumlah langkah menangani jalan longsor. Salah satunya jangan sampai terjadi longsor susulan yang bisa menghanyutkan badan jalan. Ada sekitar 100 meter jalan yang masih sangat rawan longsor susulan.

Agar tidak terjadi longsor, kata Arif, segera dilakukan penurapan, karena ada dua boks serta badan jalan yang harus diamankan dan perlu penanganan menyeluruh supaya bisa tuntas.

Diakui, untuk pembangunan turap, membutuhkan dana sangat besar. Sementara dana kabupaten tidak ada lagi. Solusinya, Dinas Pekerjaan Umum diinstruksikan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai dan Bidang Sumber Daya Air Provinsi Jambi serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

“Di instansi tersebut tersedia dana darurat. Kami sangat khawatir ada longsor susulan, makanya harus segera dilakukan penanganan,” kata Arief.

Arief mengakui, berdasarkan hasil musrenbang di sejumlah kecamatan, banyak desa mengusulkan pembangunan turap atau beronjong. Karena pemukiman berada di pinggir sungai, banyak yang terancam longsor. Warga semakin takut, apalagi saat curah hujan sangat tinggi.

Arif minta masyarakat terus waspada. Berdasarkan prediksi BMKG, curah hujan tetap tinggi hingga April mendatang.

Pelaksana tugas Kadis PU Sarolangun, Arif Hamdani, mengatakan akan melakukan study, untuk menentukan langkah yang dilakukan, karena penanganan longsor ini perlu diadakan konstruksi permanan, seperti pembangunan turap.

“Kami juga berencana melakukan bedah sungai untuk mengurangi dampak negatif dari aliran sungai,’’ jelas Arif Hamdani. (infojambi.com/d)

Laporan : Rudy Ichwan

 

Kategori Lensa

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.