Rabu, 20 September 2017 | 20:09

Banjir Ancam Warga Pinggir Sungai Batanghari

Ilustrasi Banjir || dok.infojambi.com
Ilustrasi Banjir || dok.infojambi.com

MUARABULIAN – Tingginya intensitas curah hujan di wilayah Kabupaten Batanghari beberapa pekan terakhir membuat debit air sungai Batanghari terus naik. Sejumlah dataran rendah terancam banjir, terutama warga yang tinggal di pinggiran sungai.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batanghari menyatakan‎ bahwa wilayah Batanghari berstatus pra siaga darurat.

Kasi Bencana Alam BPBD Batanghari, Samral Lubis menjelaskan, saat ini pihaknya telah menetapkan status pra siaga darurat. Maka, sebagai langkah antisipasi dini, BPBD Batanghari‎ sudah melayangkan surat kepada pihak Kecamatan. Hal ini dilakukan agar pemantauan terus dilakukan di setiap kecamatan sebagai antisipasi apabila terjadi bencana alam.

“Saat ini memasuki status pra siaga darurat, untuk menetapkan pra siaga darurat itu berdasarkan keputusan Bupati.‎ Kita juga telah mengirimkan surat kepada kecamatan,” kata Samral Lubis.

Ditambahkan Samral Lubis, BPBD Batanghari nantinya akan menggelar rapat gabungan untuk memantau guna antisiapasi timbulnya bencana alam.

“BPBD Batanghari terus memantau perkembangan selama tingginya curah hujan yang mengguyur Kabupaten Batanghari sepekan ini. Giat tersebut dilakukan sebagai antisipasi terjadinya bencana alam selama musim penghujan ini. Untuk saat ini masih dalam pemantauan belum status siaga,” tambah Samral Lubis.

Menurut Samral Lubis, untuk meminimalisir terjadinya korban bencana alam, sajauh ini pihaknya telah menyiapkan personel untuk terus melakukan pemantauan di sejumlah titik terhadap kondisi maupun perkembangan debit air sungai.

Dari hasil pantauan tersebut akan dimasukkan dalam agenda rapat yang akan dibahas bersama Bupati Batanghari serta instansi terkait.

“‎Untuk Posko saat ini belum kita dirikan. Tapi, meskipun posko belum didirkan, kita terus melakukan pemantauan terhadap daerah yang dianggap rawan. Dari hasil pantauan itu nantinya akan kita masukkan kedalam agenda rapat,” imbuhnya.

Terdapat 84 Desa/Kelurahan yang masuk dalam kawasan potensi rawan banjir. Tidak hanya banjir yang menjadi bentuk antisipasi warga, siaga longsor dan angin puting beliung turut masuk dalam surat himbauan BPBD yang dilayangkan kepada pihak Kecamatan.

“Surat yang kita berikan kepada camat ada tiga siaga bencana yaitu, banjir, longsor di sepanjang pemukiman bantaran sungai dan angin puting beliung. Dan kita telah meminta kepada camat untuk meneruskan himbauan ini ke Desa maupun Kelurahan,” jelasnya. (infojambi.com/I)

Laporan : Raden

 

Kategori Lensa

Tags: ,,

1 Judul Komentar

  1. Pemerintah harus cepat tanggap, jangan nunggu banjir baru bertindak. Pencegahan dilakukan sebelumnya, bukan setelahnya.

    Balas

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.