Senin, 19 November 2018 | 21:17

Banjir Dadakan Landa Kota Jambi, Ratusan Rumah Terendam

Penulis : Andra / Dora
Editor : Dora

Banjir menggenangi badan jalan di Kelurahan Penyengat Rendah, Telanaipura, Kota Jambi (dora)

INFOJAMBI.COM — Hujan deras yang melanda Kota Jambi, Jumat (2/11/2018) petang mengakibatkan banjir di sejumlah titik. Banjir sebagian besar disebabkan oleh drainase yang mengalami pendangkalan dan penyempitan.

Ratusan rumah warga, seperti di Kelurahan Lebak Bandung, Jelutung, terendam banjir. Ketinggian air ada yang mencapai satu meter lebih.

Malam hari air mulai surut. Warga pun langsung membersihkan rumahnya dari lumpur yang dibawa air. Banjir setinggi lutut orang dewasa hingga satu meter lebih merendam pemukiman penduduk di sejumlah kawasan.

Di RT 32 Lebak Bandung, banjir mencapai ketinggian satu meter lebih. Hujan yang mengguyur sejak siang sampai menjelang sore merendam puluhan rumah.

Derasnya guyuran hujan membuat drainase di sekitar pemukiman warga tidak mampu menampung debit air. Volume air terus meningkat hingga masuk ke rumah warga.

Penyempitan drainase membuat saluran tidak mampu menampung air. Ironisnya, jika hujan tak kunjung reda, warga mau tidak mau harus mengungsi ke rumah tetangga atau ke rumah ketua RT.

Untuk menyelamatkan barang-barang serta harta bendanya, warga terpaksa memindahkannya ke tempat lebih tinggi.

Seorang warga, Atik, mengaku setiap kali hujan deras keluarganya harus bersiap-siap memindahkan harta bendanya. Daerah tempat tinggal mereka memang sudah menjadi langganan banjir.

Ketua RT 32 Lebak Bandung, Suprapto mengungkapkan, hujan deras yang mengguyur Jumat siang hingga sore mengakibatkan air drainase meluap.

Suprapto berharap pemerintah memperhatikan masalah saluran air. Persoalan ini harus segera diatasi, agar rumah warga tidak terus-terusan kebanjiran. Apalagi sekarang sudah memasuki musim penghujan.

Sementara itu, banjir juga terjadi di RT 19 dan 23, Kelurahan Payolebar, Jelutung. Puluhan rumah terendam air, yang ketinggiannya malah mencapai dada orang dewasa.

Ketua RT 19, Adi Met menyebutkan, banjir di daerahnya juga disebabkan menyempitnya saluran air. Selain itu, drainase yang melintas di tengah pemukiman warga juga mengalami pendangkalan.

Banjir dadakan di RT 19 ini dimanfaatkan oleh anak-anak untuk bermain. Mereka dengan riangnya mandi di genangan banjir, layaknya sedang mandi di kolam renang.

Disamping merendam pemukiman, banjir juga menggenangi badan jalan, seperti terjadi di Kelurahan Penyengat Rendah, Telanaipura. Kendaraan yang melintas terpaksa antri, terutama para pengendara sepeda motor.

Banjir di Jalan Lintas Timur Sumatera ini pasti terjadi setiap turun hujan deras. Banjir disebabkan tidak adanya saluran air di kedua sisi jalan yang menghubungkan sejumlah provinsi di Sumatera ini. ***


Kategori Lensa

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.