Bank Indonesia Kembangkan Klaster Kopi Robusta Jangkat

Penulis : Jefrizal || Editor : Redaksi

INFOJAMBI.COM — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Jambi mulai mengembangkan klaster kopi robusta di Jangkat, Merangin.

Nantinya petani tidak lagi menjual kopi dalam bentuk bahan mentah, tapi sudah menjadi kopi siap ekspor.

Bupati Merangin, H Al Haris, mengapresiasi program Bank Indonesia ini. Itu disampaikannya pada acara penyerahan bantuan program sosial Bank Indonesia, di Desa Talang Tembago, Jangkat Timur, Rabu (5/8/2020).

“Bersama BI kami berupaya mengenalkan kopi Jangkat ke dunia internasional. Kami akan mengekspor kopi dalam bentuk bubuk. Terima kasih BI,” ujar Al Haris.

Pada acara itu BI menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pengembangan klaster kopi kepada Koperasi Cahaya Puncak Merangin.

Bantuan itu berupa rumah jemur kopi (dome), mesin pengupas kopi ( pulper), mesin penepung kopi (grinder) dan mesin generator (genset).

Ekspor bubuk kopi Jangkat sudah lama diharapkan petani kopi di Jangkat. Mereka memimpikan kopi Jangkat bisa dijual dalam bentuk jadi.

“Saat ini petani sudah siap dengan semua itu. Masyarakat sudah mandiri dengan peralatan yang ada. Mereka mengelola kopi dengan benar, tinggal lagi pembinaan yang maksimal,” ujar Al Haris.

Menurut kandidat calon Gubernur Jambi 2021 – 2024 ini, petani harus meningkatkan lagi kualitas pengelolaan kopinya.

Pengelolaannya mesti khusus dan perlu pelatihan spesifik, agar kopi yang dihasilkan berkualitas tinggi, dan mampu menembus pasar ekspor dengan harga tinggi.

Al Haris menceritakan, pada tahun 2015 Assosiasi Pemerintahan Kabupaten Selurun Indonesia (Apkasi) membuat acara di Festival Kampung Kopi, di Senayan, Jakarta. Dia ikut menjadi panitia.

Seusai festival, Al Hasil sempat mengobrol dengan seorang Duta Besar. Ternyata kopi robusta banyak digemari masyarakat negara-negara Timur Tengah. Ada pengusaha Aljazair minta kontrak untuk kopi robusta Jangkat.

Ketika itu Al Haris belum berani, karena belum punya Indeks Geografi (IG) kopi Jangkat. Pada 2017 dia mulai mengurus IG, bekerjasama dengan para pecinta kopi dan LSM yang ada di Merangin.

Pada tahun 2018, Al Haris mendaftarkan IG kopi Jangkat ke Kemenkumham. Sekarang masih menunggu IG itu keluar.

Kalau IG sudah keluar, produk kopi Jangkat akan lebih terjamin. Kopi Robusta Jangkat memiliki khas tersendiri.

Al Haris juga akan membantu koperasi di Merangin untuk mengekspor kopi. Gudang akan disediakan, hadiah kepada para kelompok tani kopi yang sudah menjadi juara nasional.

“Sesuai janji saya dulu, jika SDM sudah dilatih, bisa lebih meningkatkan kualitas pengelolaan kopi. Kalau IG sudah keluar, kopi kita siap go ekspor,” jelasnya.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jambi, Bayu Martanto, sangat mengapresiasi kopi robusta Jangkat bisa menjadi juara pertama dua kali dalam lomba kopi tingkat nasional.

“BI di daerah diminta oleh pusat untuk pengembangan salah satu produk unggulan. Salah satu produk unggulan itu kopi, untuk meningkatkan perekonomian daerah,” terang Bayu.

Gusdi Warman, Ketua Koperasi Cahaya Puncak Merangin (CPM) dan juga pengelola kopi robusta Jangkat menyebutkan, kopi robusta Jangkat selalu menjadi juara pada lomba kopi tingkat nasional.

Pada 2018 nilai kopi robusta Jambi tertinggi, sehingga menjadi juara pertama di Scai Bali. Pada 2019 di Bandung, kopi robusta Jangkat mendapat juara pertama pada lomba Microlot Scai.

Tahun 2018 Merangin mengikuti fine robusta pengolahan full wash. Pada 2019 Merangin ikut fine robusta pengolahan honey.

“Alhamdulillah sudah 2 kali mendapat juara pertama,” kata Gusdi.

Kategori Ekonomi dan Bisnis

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.