Bantuan Paket Ekonomi dari BRG untuk Daerah Rawan Karhutla di Jambi

Penulis : M. Hary Rofagil || Editor : Redaksi

INFOJAMBI.COM — Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG), Nazir Foead, kembali berkunjung ke Kabupaten Tanjungjabung Timur, Jambi. Kali ini Nazir Foead mengunjungi Desa Pandansejahtera, Kecamatan Geragai.

Dalam kunjungan Kamis 3 September 2020 ini Nazir Foead menyerahkan paket bantuan revitalisasi ekonomi kepada masyarakat Desa Pandansejahtera. Kegiatan diikuti oleh Bupati Tanjungjabung Timur diwakili Sekda Sapril, dan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Ahmad Bestari.

Kadis Kehutanan Ahmad Bestasi menyampaikan, sejak tahun 2017 hingga 2019, di Provinsi Jambi sudah dilakukan kegiatan rewetting (pembangunan sekat kanal) sebanyak 589 unit.

Selain itu juga dibangun sumur bor sebanyak 586 unit, penanaman kembali atau revegetation seluas 175 hektar, dan revitalisasi ekonomi masyarakat (revitalization) dengan 64 paket kegiatan.

“Semua kegiatan itu dilakukan oleh kelompok masyarakat Jambi, tidak ada yang kontraktual, dan tidak ada yang dikerjakan oleh perusahaan. Ada 130 kelompok masyarakat yang dilibatkan,” ungkap Bestari.

Bestari memaparkan, jika masing-masing pokmas memiliki 15 orang anggota, maka tenaga kerja yang terserap mencapai 1.950 orang. Program ini sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo, berupaya menggerakkan perekonomian masyarakat.

Untuk tahun 2020, rencana kegiatan restorasi gambut di Provinsi Jambi akan membangun 14 unit sekat kanal, 80 sumur bor, dan 30 paket revitalisasi ekonomi. Kegiatan tersebut terdiri dari pemeliharaan dan perbaikan, baik Infrastruktur Pembasahan Gambut (IPG) maupun revegetasi.

Jumlah IPG yang dipelihara mencapai 488 unit sekat kanal, yang diantaranya telah diperbaiki sebanyak 14 unit, 586 unit pemeliharaan sumur bor, dan 75 hektar pemeliharaan revegetasi.

Mewakili Bupati Tanjungjabung Timur, Romi Hariyanto, Sekda Sapril menjelaskan bahwa delapan dari 11 kecamatan di Tanjungjabung Timur masuk ke dalam kawasan hidrologis gambut fungsi lindung. Hanya tiga kecamatan tidak masuk ke areal fungsi lindung.

“Ini menjadi tantangan tersendiri untuk melaksanakan pembangunan di kawasan gambut, terutama pada kawasan fungsi lindung. Apalagi iklim bumi saat ini semakin tidak menentu, salah satu penyebabnya kebakaran hutan dan lahan, termasuk lahan gambut.

Kepala BRG, Nazir Foead, mengungkapkan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun ini menurun signifikan. Jika dibanding dengan Brazil yang memiliki hutan sangat luas, hingga Agustus 2020 telah terbakar sekitar 1,5 juta hektar.

Begitu pula di Amerika Serikat, terutama di Negara Bagian California, luas kebakaran hutan dan lahan mencapai 700 ribu hektar. Sementara di Australia, karhutla menghabiskan 18 juta hektar dalam satu musim kemarau saja, terhitung sejak Agustus 2019 sampai Mei 2020.

“Ini tantangan yang bukan main. Tahun 2020 Bapak Presiden Joko Widodo dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengingatkan kita bahwa pencegahan kebakaran hutan dan lahan harus lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” tandas Nazir.

Usai menyampaikan sambutan, Nazir Foead menyerahkan bantuan paket revitalisasi ekonomi secara simbolis untuk tiga kelompok masyarakat, yaitu Pokmas Porja Desa Air Hitam Laut, Kecamatan Sadu, Tanjungjabung Timur senilai Rp 99.925.000,-, Pokmas Karya Usaha Bersama Desa Gedong Karya, Kecamatan Kumpeh, Muaro Jambi senilai Rp 99.975.000,- dan Toko Mas Mulia Jaya Desa Catur Rahayu, Kecamatan Dendang, Tanjungjabung Timur senilai Rp 110 juta.

Setelah menyerahkan bantuan paket revitalisasi ekonomi, Nazir Foead dan rombongan meninjau lokasi sekat kanal. Dalam peninjauan itu terlihat sekat kanal yang rusak pada tahun 2019 sudah diperbaiki. “Ini menunjukkan kinerja pokmas sudah sangat baik,” kata Nazir.

Nazir Foead juga meninjau pengembangbiakan ternak sapi di RT 06 Desa Pandansejahtera, Kecamatan Geragai, Tanjungjabung Timur. Bantuan revitalisasi ekonomi yang diberikan oleh BRG tahun 2019 sebanyak 10 ekor sapi kini berkembang biak menjadi 14 ekor.

Suwarno, Ketua Kelompok Tani Pokmas Perintis Jaya yang beranggotakan 28 orang, menyampaikan ucapan terima kasih kepada BRG. “BRG dan pemerintah telah merespon dengan baik permintaan kami demi menjaga lingkungan kawasan gambut ini,” ujarnya.

Menurut Suwarno, BRG bukan hanya membantu masyarakat desanya membangun sekat kanal, tapi juga membantu revitalisasi ekonomi masyarakat dengan memberi bantuan 10 ekor sapi. Sapi itu kini telah berkembang biak dan bisa menjadi sumber penghasilan masyarakat. ***

Kategori Nasional

Tags: ,,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.