Bapelkes Sukseskan Indonesia Sehat dan Jambi Tuntas dengan Pendekatan Keluarga

Penyematan tanda peserta pelatihan keluarga sehat, di Bapelkes Jambi || foto : dora

KOTAJAMBI — Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Jambi cepat menangkap sinyal dari Program Indonesia Sehat (PIS). Program handalan Presiden Joko Widodo ini sejalan dengan misi Jambi Tuntas 2021 yang diusung Gubernur Jambi, Zumi Zola.

Menyikapi program ini, Bapelkes Jambi menyiapkan langkah-langkah. Salah satunya memberi pelatihan keluarga sehat bagi para petugas puskesmas. Untuk mempercepat terwujudnya Indonesia Sehat, selama 2017 sudah empat kali Bapelkes Jambi melaksanakan pelatihan ini.

Pelatihan dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Setda Pemprov Jambi, H Saifuddin, di auditorium Bapelkes Provinsi Jambi, Desa Pijoan, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Muaro Jambi, Selasa (4/4).

Saifuddin menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bapelkes Jambi yang melakukan pelatihan ini. Pasalnya, pembangunan bidang kesehatan termasuk prioritas dalam misi Jambi Tuntas 2021, yakni meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, terutama di pedesaan dan daerah terpencil.

Menurut Saifuddin, bapelkes merupakan ujung tombak pemerintah dalam merubah cara berpikir masyarakat tentang kesehatan. Melalui bapelkes pula kualitas pelayanan petugas kesehatan yang memuaskan dapat ditingkatkan. Petugas kesehatan mesti memberikan pelayanan prima dan terdepan.

“Kesehatan itu sangat penting. Kesehatan adalah investasi yang sangat luar biasa. Kita harus bisa merubah mindset masyarakat tentang hidup sehat. Kesehatan masyarakat bukan sekedar berobat kalau sakit,” kata Saifuddin.

Kepala Bapelkes Provinsi Jambi, Ahmad Fauzi SH M.Kes mengungkapkan, pelatihan ini sangat penting guna mendukung program Indonesia Sehat dan visi misi Jambi Tuntas. Dengan pelatihan ini, para petugas puskesmas diharap mampu melakukan pembinaan keluarga dengan sangat baik.

Fauzi menjelaskan, banyak hal perlu disampaikan petugas puskesmas pada masyarakat, diantaranya tentang pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA), gizi, penyakit menular dan tidak menular dan sanitasi lingkungan. Untuk itu petugas puskesmas penting memahami tentang komunikasi efektif.

Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini sangat strategis. Salah satunya mengenai kebijakan program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga. Materi ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pelayanan Masyarakat Pusdiklat Kementerian Kesehatan RI, DR Joko Irmanto.

Fauzi mengungkapkan, Bapelkes Jambi tahun ini akan melatih 335 tenaga kesehatan dari 67 puskesmas se-Provinsi Jambi. Target ini diakui masih kurang, karena jumlah puskesmas seluruhnya mencapai 190 unit. Sebelumnya pelatihan sudah dilakukan empat angkatan sejak Maret lalu.

Pelatihan Angkatan I dan II dilaksanakan 13 – 17 Maret untuk petugas puskesmas di Kota Jambi. Angkatan III dan IV pada 20 – 24 Maret untuk Kota Jambi, Tanjabtim dan Merangin. Pelatihan kali ini merupakan yang kelima, dilaksanakan pada 3 – 7 April mendatang.

“Pesertanya adalah dokter umum, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan dan tenaga kesehatan gizi,” jelas Fauzi, magister kesehatan masyarakat jebolan Universitas Indonesia (UI) ini. (infojambi.com)

Laporan : Doddi Irawan

 

Kategori Kesehatan

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.