Minggu, 22 Oktober 2017 | 22:24

Belasan Ribu Orang Ikuti Ritual “Mandi Safar”

Ribuan warga mengikuti prosesi Mandi Safar || rustam hasanuddin
Ribuan warga mengikuti prosesi Mandi Safar || rustam hasanuddin

MUARASABAK — Ritual adat dan budaya masyarakat Desa Airhitam Laut, Sadu, Tanjabtim, Jambi, mulai tahun depan akan masuk dalam agenda nasional. Even ini akan dilaksanakan setiap tahun.

Kabar gembira ini disampaikan langsung oleh Bupati Tanjabtim, H Romi Hariyanto, saat mengikuti prosesi adat dan budaya “Mandi Safar”, di Pantai Barussalam, Desa Airhitam Laut, hari ini.

Untuk pelaksanaan tahun depan, Romi mengingatkan panitia agar lebih memantapkan lagi persiapannya. Satu minggu sebelumnya semua panitia sudah berada di Pantai Barussalam.

“Saya tidak mau lagi melihat ada sampah bertebaran di sepanjang pantai. Kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan nasional,” kata Romi.

Romi mengungkapkan, Mandi Safar merupakan cikal bakal pengembangan pariwisata di Tanjabtim. Ini terlihat dari antusias masyarakat menyambut kegiatan ini. Dia berharap Pemprov Jambi mendukung penuh.

Menurut Romi, Pemprov Jambi harus ikut membantu anggaran Mandi Safar melalui APBD provinsi. Pariwisata merupakan industri penting dalam perekonomian, untuk kabupaten maupun provinsi.

Pemandu Adat Mandi Safar, Ustadz As’ad Arsyad MA, dihadapan bupati dan tamu penting lainnya menyampaikan maksud dan tujuan prosesi adat dan budaya Mandi Safar.

“Kita memohon pada Allah SWT dengan memanjatkan doa dari beberapa ayat suci Al Qur’an, agar kita semua, termasuk daerah dan NKRI, diberi keselamatan dan terhindar dari balabencana,” jelas As’ad.

Bupati Tanjabtim, Romi Hariyanto, seusai Mandi Safar || rustam hasanuddin
Bupati Tanjabtim, Romi Hariyanto, seusai Mandi Safar || rustam hasanuddin

Selain itu, setelah doa bersama, barulah prosesi Mandi Safar dilaksanakan. Semua yang hadir di Pantai Barussalam, termasuk Bupati, mandi sambil mendorong menara apung menuju tengah lautan. Begitu prosesinya.

As’ad mengungkapkan, ritual Mandi Safar sudah dilaksanakan masyarakat Desa Airhitam Laut sejak 1964 hingga sekarang. Desa Airhitam Laut dibentuk pada tahun itu.

Pada tahun 2003 Mandi Safar baru dilaksanakan dengan meriah. Pemkab Tanjabtim dangat mendukung kegiatan ini dan sampai saat ini setiap tahun pengunjungnya terus bertambah ramai.

“Itu karena ada dukungan dana dari pemerintah daerah. Tahun 2017 kegiatan Mandi Safar akan mendapat bantuan anggaran dari pemerintah pusat,” ujar As’ad.

Hadir dalam Mandi Safar ini, seluruh unsur forkompinda, para pejabat Pemkab Tanjabtim dan undangan lainnya.

Masyarakat Sadu yang jumlahnya sekitar 10 ribu orang tumpah ruah di sepanjang Pantai Barussalam mengikuti prosesi Mandi Safar. Namun banyak juga yang datang hanya untuk menikmati keindahan Pantai Barussalam. (infojambi.com/D)

Laporan : Rustam Hasanuddin

Kategori Pendidikan dan Iptek

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.