Belasan Warga Batanghari Terserang HIV AIDS

Ilustrasi

MUARABULIAN – Belasan warga Kabupaten Batanghari diduga diserang virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau Aquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS).

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari, hingga saat ini penderita HIV/AIDS ada 14 orang, mereka kini tengah ditangani pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hamba Batanghari.

Plt Kadis Kesehatan Kabupaten Batanghari, Dr Elfie Yenni, mengatakan, 14 penderia HIV/AIDS ini, tengah di rawatan  tim Pokja Penanggulangan HIV/AIDS, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hamba Batanghari.

“Iya, penderita HIV AIDS hingga saat ini ada 14, kini sedang diobati di RSUD Hamba,” kata Dr. Elfie.

Elfie mengungkapkan, Pemkab Batanghari, melalui Dinkes hingga saat ini terus berupaya untuk melakukan pencegahan terhadap penyebaran virus yang dapat menular dan menyebabkan kematian.

“Dari 14 penderita HIV ini, ada tiga orang yang masih berusia anak-anak, diduga tertular dari ibunya, saat masih dalam masa kehamilan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, penanganan kasus HIV/AIDS ini, merupakan program prioritas dalam penanggulangan dan pencegahan penyakit menular, yakni sejak masa penemuan kasus atau sejak deteksi dini. Kemudian pemberian obat khusus dan pemantauan pengobatan.

“Tidak hanya penderita, kita juga melakukan penanggulangan dan pencegahan terhadap keluarga dan masyarakat sekitar,” jelasnya.

dr Elfie menghimbau kepada masyarakat, baik penderita atau anggota keluarga yang menderita HIV/AIDS, untuk segera melapor ke Dinkes Batanghari.

“Biasanya penderita HIV/AIDS ini malu untuk melapor, karena dikhawatirkan identitas dirinya diketahui masyarakat luas atau takut di publikasikan,” sebutnya.

Namun, dirinya memastikan kepada masyarakat, khususnya penderita HIV/AIDS, yang ingin memeriksa penyakit atau gejala-gejala yang kini mulai dirasakan, pihak Dinkes akan memberikan bantuan dan penanganan khusus.

Dr Elfie Yenni ,menambahkan, jumlah kasus HIV/AIDS di Batanghari diperkirakan banyak yang tidak terdata.

“Kita sangat menjamin identitas penderita dapat dirahasiakan, dan kita dalam masalah Administrasi dan pelaporan juga masih dirahasiakan,” imbuhnya.

Masyarakat khususnya penderita HIV/AIDS, untuk segera melaporkan kepada Dinkes Batanghari, agar pihak Dinkes dapat mengatasi penyakit tersebut dari stadium awal. Karena, tingkat kesembuhannya tinggi, jika dibandingkan sudah berstatus stadium dua baru melakukan pengobatan.

“Mereka (Penderita_red) akan ditangani khusus oleh ahlinya,” kata Dr Elfie.(infojambi.com)

Laporan : Raden ll Editor : M Asrori

Kategori Kesehatan

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.