Jumat, 22 September 2017 | 18:27

BNPB Kirim Bantuan ke Aceh Menggunakan Pesawat Hercules

Ilustrasi

JAKARTA – Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB), terus mengkoordinir potensi nasional untuk membantu penanganan darurat pasca gempabumi 6,5 SR di Kabupaten Pidie Jaya, Pidie dan Bireuen, Provinsi Aceh.

Kepala BNPB, Willem Rampangilei, di Pidie Jaya menyatakan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), hari ini Kamis (8/12), masih dilakukan upaya pencarian dan penyelamatan korban. Willem menambahkan, pencarian dilakukan tiga tim SAR dengan fokus ruko Merdu, Bandar Dua, dan mobile.

“Priortas tanggap darurat sesuai arahan Presiden, pencarian dan penyelamatan korban. Upaya ini dipimpin Basarnas dengan dukungan TNI, Polri, BPBD dan relawan,” ujarnya dalam rilisnya yang dikirim Kamis (8/12).

Willem menambahakan, Presiden juga meminta BNPB, Kementerian/Lembaga dan Pemerintah daerah untuk melakukan pendampingan dan pemberian bantuan selama masa tanggap darurat dan pemulihan.

Kepala Staf Presiden, Teten Masduki, mengatakan, Presiden Jokowi meminta pengurusan korban ditangani sebaik-baiknya.

“Presiden juga meminta kebutuhan logistik, obat-obatan dan lain-lainnya di pos pengungsian ditangani secara baik. Besok Presiden Jokowi, Jumat (9/12) akan berkunjung ke lokasi bencana, untuk memastikan apa yang telah dilakukan dalam penanganan darurat,” kata Teten.

Untuk mempercepat penanganan darurat, BNPB Kamis (8/12) mengirimkan bantuan logistik dan pralatan ke Pidie Jaya dengan menggunakan pesawat Hercules TNI-AU dan pesawat cargo dari Lanud Halim Perdanakusuma ke Bandara Blang Bintang.

Bantuan senilai Rp 3,5 milyar berupa tenda pengungsi 20 peti, genset 2.800 watt 30 unit, velbed 100 unit, tenda gulung 1.000 unit, lauk-pauk, tikar, peralatan dapur, selimut dan lainnya. Kemudian Jumat (9/12) akan diterbangkan kembali bantuan logistik dan peralatan ke Aceh.

Willem mengatakan, Aktivasi posko telah dilakukan pada hari ini. Posko dipimpin oleh Wakil Bupati Pidie Jaya. Pendataan terus dilakukan oleh tim gabungan. Total jumlah pengungsi 11.142 jiwa.

Mereka itu, kata Willem tersebar di rumah-rumah saudara atau kerabatnya dan di 28 titik pos pengungsian. Pendirian dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi para pengungsi terus ditingkatkan dengan mendirikan pos dapur umum, pos kesehatan, dan dukungan sanitasi.  (infojambi.com/A)

Laporan : Bambang Subagio

Kategori Nasional

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.