Senin, 20 Mei 2019 | 23:58

BRG Bantu Pokmas Tujuh Ekor Kerbau di Desa Sungai Bungur

PENULIS : TIM LIPUTAN
EDITOR : WAHYU NUGROHO

Zulfikar Ali (kanan) saat berbincang bincang dengan Edi Supono (tengah) Bendahara Pokmas Harapan Bungur Gambut (foto Wahyu Nugroho)

INFOJAMBI.COM – Kelompok Masyarakat Harapan Bungur Gambut di Desa Sungai Bungur mendapatkan bantuan revitalisasi ekonomi berupa penggemukan 7 ekor kerbau rawa beserta kandangnya dari Badan Restorasi Gambut (BGR).

Kerbau rawa merupakan kerbau yang mampu hidup di kondisi lahan-lahan basah sehingga sangat cocok ditempatkan di desa-desa yang berbatasan dengan Sungai Kumpeh.

Lahan di sekitar Sungai Kumpeh merupakan lahan yang sering tergenang karena wilayahnya yang berupa gambut dan berdekatan dengan Sungai Kumpeh.

Memasuki musim penghujan sebagian besar wilayahnya tergenang air. Kerbau rawa juga dipilih karena sumber makanan ternak berupa rumput-rumputan sangat banyak tumbuh di Kecamatan Kumpeh.

Jenis kegiatan yang dipusatkan di Kecamatan Kumpeh didominasi bantuan ternak, baik berupa kerbau, sapi, atau kambing.

Selain melimpahnya sumber makanan bagi ternak di sekitar Sungai Kumpeh, tujuan dari pemilihan ternak-ternak ini yaitu untuk menjadikan wilayah di Kecamatan Kumpeh ini sebagai sentra produsen daging. Pada 2019, Desa Sungai Bungur akan menerima bantuan kembali terkait pengembangan kerbau.

Sunyoto (67), anggota Pokmas Harapan Bungur Gambut di Desa Sungai Bungur, mendapatkan bantuan dari APBN 2018 senilai Rp100 juta. Ternak dan kandang dibeli seharga lebih kurang Rp90 juta.

“Saat ini kita masih dalam pengembangan, namun kalau yang menawar atau bertanya-tanya harga jika kerbau dijual ada. Kisaran Rp15 jutaan, kalau gambaran sudah ada yang pesan ternak ini,” ujar Sunyoto, kepada awak media.

Selain diperhatikan makanan yang baik dan terjaga juga diawasi secara medis. “Makanannya kami jaga, kami perhatikan dengan baik. Jika sakit kami periksa, ada dokternya, bahkan kalau malam selalu dipasangi obat anti nyamuk, kalau tidak kerbau bisa keluar kandang. Ini kerbaunya sudah ada yang jinak dan patuh, dinaiki (ditunggangi, red) tidak apa-apa,” tutur Sunyoto, tersenyum.

Lalu, Edi Supono selaku Bendahara Pokmas Harapan Bungur Gambut, mengatakan saat ini memang belum ada hasil secara nyata karena program baru bergulir 6 bulan.

“Namun sudah menampakkan hasil saat ini. Ini baru tahap pertama nanti ke depan akan ada permusyawarahan antaranggota pokmas. Untuk sementara ini masih kita rawat bersama-sama,” ujar Edi.

Pokmas Harapan Bungur Gambut beranggotakan 16 orang. Saat ini mengelola 7 ternak kerbau, selanjutnya perawatan dan kebutuhan ternak biaya berupa swakelola.

“Kebutuhan untuk perawatan ternak itu kami swakelola, BRG memberikan modal awal untuk pembelian ternak dan kandang. Uangnya itu langsung 100 persen tidak ada potongan apapun ke rekening pokmas,” beber Edi.

Sementara dari BRG Zulfikar Ali yang merupakan Kedeputian 2 bersama sejumlah wartawan yang berkunjung ke Kelompok Masyarakat Harapan Bungur Gambut di Desa Sungai Bungur Selasa (30/4/2019) mengatakan, jika pihaknya akan kembali memberi bantuan dana sebesar Rp100 juta untuk membangun kandang kerbau yang layak.***

Kategori Lensa

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.