Minggu, 19 November 2017 | 04:34

Buntut Penyerobotan Lahan, Inra Gunawan Disarankan Melapor ke Denpom

Ketua Komisi I DPR, Abdul Kharis Almasyhari ll foto: Bambang Subagio

JAKARTA – Ketua Komisi I DPR, Abdul Kharis Almasyhari, menilai tindakan oknum TNI berpangkat, Prada FH itu, sudah menyalahi prosedur dan jika diduga melakukan penyerobotan lahan milik keluarga Inra Gunawan, seperti yang diterima dalam kronologis kejadian.

Politisi dari F-PKS ini, meminta agar keluarga korban segera melaporkan ke Denpom terdekat, jika ada oknum prajurit TNI yang melakukan pelanggaran atau tindakan tidak patut.

“Jika benar Prada FH, melakukan tindakan seperti apa yang tertuang di Kronologis itu, jelas melanggar hukum. Jangan ragu laporkan segera kepada Polisi Militer (PM) terdekat atau laporkan kepada Polri. Nanti Polri akan berkoordinasi dengan pihak Polisi Militer,“ kata Abdul Kharis Almasyhari, di gedung DPR Jakarta, Kamis (24/3).

Secara terpisah,  Kadispen TNI AD, Brigjen Alfert  Deni Tuejeh, mengakui pihaknya telah menerima kasus tersebut dan akan terus mendalaminya.

“Kasus itu sudah sampai ke Mabes TNI AD. Saat ini masih didalami,” kata Alfert.

Meri mengaku kesal, karena meski sudah dipertemukan oleh Danrem 023/KS, Kolonel Inf. Donni Hutabarat, namun hingga kini belum mencapai perdamaian, antara pihak keluarga Inra Gunawan dan anggota Koramil Gunungtua, Prada FH.

Oknum TNI  AD  itu,  diduga telah mencaplok lahan milik keluarga Meri yang sudah 16 tahun digarap sejak tahun 2001. Padahal, menurut Meri, jika FH merasa memiliki tanah itu, harusnya menggugat ke Pengadilan.

“Kami sangat keberatan dengan tindakan FH ini. Sampai kemanapun akan kami perjuangkan hak kami,” ujar Meri.

Meri melanjutkan, kebun sawit itu sudah kami pelihara sejak masih kecil sampai saat ini bisa di panen.

“Masak sekarang seenaknya, dia (FH) datang dengan membawa alat berat dan para preman, mengusir kami dari kebun kami. Ini kan tidak benar, sudah melebihi seperti gaya orde baru ini,“ katanya.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal TNI, Gatot Nurmantyo juga berharap kerja sama dari masyarakat untuk membantu melaporkan. TNI akan melindungi pelapor, sesuai tema HUT TNI “Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat dan Profesional”.

Tentu dengan disiplin inilah, semua bisa terlaksana dengan baik, jangan segan-segan untuk melapor apabila ada penyimpangan dari prajurit TNI.

“Saya yakin, dengan cepat akan dapat kita proses dan ditindak dengan tegas. Dalam hal tindakan pidana, saya tekankan tidak ada kata damai,” ujarnya. (infojambi.com)

Laporan : Bambang Subagio ll Editor: M Asrori




Kategori Hukrim

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.