Bupati Kuansing Ditangkap KPK, Ternyata Pernah Jadi Anggota Dewan Termuda

Editor: Rahmad

Bupati Kuansing Andi Putra ikut terjerat. (Ist)

INFOJAMBI.COM – Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang dilakukan di Provinsi Riau, Senin (18/10/2021), menjerat sejumlah pejabat di Kabupaten Kuansing atau Kuantan Singingi.

Hingga saat ini KPK belum memberikan keterangan detail mengenai OTT tersebut, tapi kabar beredar bahwa Bupati Kuansing Andi Putra ikut terjerat.

Kuansing adalah salah satu kabupaten di Provinsi Riau, hasil pemekaran wilayah Kabupaten Indragiri Hulu.

Kuansing ditetapkan menjadi kabupaten mandiri pada 4 Oktober 1999 dengan Ibu Kota Teluk Kuantan.

Sebagai Bupati Kuansing pertama adalah Rusdji S Abrus. Dia dipilih DPRD Kabupaten Kuansing memimpin selama periode 2001-2006.

Namun baru dua bulan menjabat, Rusdji S Abrus meninggal dunia sehingga digantikan wakilnya, Asrul Ja’far.

Pada 2006, Kabupaten Kuansing menggelar Pilkada untuk pertama kalinya.

Ada empat kandidat yang maju, masing-masing Sukarmis-Mursini (Partai Golkar, PPP, PBB), Asrul Ja;far-Mukhlis (PDIP, PAN, PPIB), Raja Erisman-Endrianto Ustha (Partai Demokrat, PSI, PKS).

Dan, Suhardiman Amby-Raja Bastian Rusli (Partai Patriot Pancasila, Partai Merdeka, PKPB, PNBK, PNI Marhaen, PPDI, PPD, PNUI, PKPI, PBR, PBSD).

Sebagai pemenangnya adalah pasangan Sukarmis-Mursini. Keduanya memimpin Kabupaten Kuansing selama peride 2006-2011.

Sukarmis kembali melanjutkan tampuk kepemimpinan periode kedua setelah memenangi Pilkada 2011.

Kali ini dia berpasangan dengan Zulkifli. Mursini yang memilih mencalonkan diri sebagai calon bupati kalah.

Sebagai orang nomor satu di Kabupaten Kuansing, Sukarmis juga memilihkan jalan politik untuk anaknya.

Andi Putra yang masih masih duduk di bangku kuliah diikutkan dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2009.

Andi yang baru berusia 22 tahun terpilih menjadi anggota DPRD Kuansing periode 2009-2014.

Karir politik Andi Putra moncer. Pada Pemilu 2014, ia kembali terpilih sebagai wakil rakyat. Dia pun duduk sebagai Ketua DPRD Kuansing selama periode 2014-2019.

Politikus muda ini juga mendapatkan kepercayaan menjadi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Kuansing pada 2016.

Pada Pemilu 2019, Andi Putra untuk ketiga kalinya terpilih menjadi anggota legislatif. Posisi Ketua DPRD Kabupaten Kuansing masih tetap dia kuasai.

Merasa telah matang berpolitik, setahun kemudian, Andi Putra memutuskan maju Pilkada 2020, menantang petahana Mursini, yang merupakan mantan kolega ayahnya, Sukarmis.

Sukarmis-Mursin pernah bersama memimpin Kabupaten Kuansing pada 2006-2011.

Keduanya pecah kongsi pada Pilkada 2011, tapi Sukarmis yang menang. Mursini baru berhasil menjadi Bupati Kuansing setelah Sukarmis menyelesaikan dua periode adap 2015.

Andi Putra yang diusung Partai Golkar, Partai Hanura, dan PKS, memenangi Pilkada 2020.

Andi yang berpasangan dengan Suhardiman Amby meraup 70.308 suara atau 44%, mengalahkan Mursini-Indra Putra yang mendapatkan 37.021 atau 23%, dan Halim-Komperensi yang meraih 52.392 suara atau 32,8%.

Atas hasil ini, Andi Putra-Suhardiman Amby kemudian dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kuansing pada 2 Juni 2021.

Andi meneruskan kepemimpinan ayahnya, Sukarmis yang sempat terputus oleh Mursini.

Sementara Sukarmis saat ini merupakan Wakil Ketua DPRD Riau dari Fraksi Golkar.  (Sindo)

Kategori Hukrim

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.