Bupati Romi : 2019 adalah Tahun Kerja Keras

Penulis : Willy
Editor : DoRa

 

INFOJAMBI.COM — Demi terpenuhinya janji – janji kepada masyarakat Kabupaten Tanjung Jabug Timur, yang dituangkan dalam jabaran Visi MERAKYAT (Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat), duet H Romi Hariyanto – H Robby Nahliyansyah memastikan bahwa tahun 2019 ini adalah tahun kerja keras. Di tahun ini lah capaian panca misi yang terinci dalam delapan pilar yang sudah ditetapkan, paling strategis diukur progress idealnya.

12 April nanti, Romi – Robby genap tiga tahun memimpin Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Akan ada evaluasi detil menyeluruh setiap target kerja yang telah ditetapkan itu. “Kita berupaya seminimal mungkin adanya revisi RPJMD. Karena itu kita memastikan konsisten pada setiap butir misi yang kita usung demi terwujudnya visi Merakyat 2021,’’kata bupati Romi di ruang kerjanya, Rabu 27 Desember 2018. “Tahun 2019 yang merupakan tahun politik justru menjadi tantangan tersendiri, tapi insya Allah semua berjalan sesuai rencana,’’imbuhnya.


Jika di tahun pertama dan kedua memimpin Romi – Robby masih memberikan toleransi pada penyesuaian kinerja sejumlah OPD, dipastikan tahun ini semua target harus tercapai maksimal. “Karena itu, insya Allah minggu ketiga Januari ini kita rombak sejumlah formasi jabatan eselon. Kesempatan menunjukkan kinerja selama dua tahun terkahir sudah lebih dari cukup bagi kami memberi penilaian,’’ucapnya.

Infrastruktur masih menjadi salah satu prioritas. Sejumlah ruas jalan dan jembatan baru akan segera dibuka. Begitu pula dengan peningkatan kualitas ruas jalan dan jembatan yang sudah ada. Di dua kecamatan terjauh, Sadu dan Mendahara, tahun ini ditargetkan terbangun jalan hingga desa paling ujung. Di Kecamatan Sadu, 40 KM jalan dari Desa Airhitam ke Desa Sungabenuh akan dilanjutkan. Bahkan khusus di Desa Sungaibenuh yang selama ini cukup terioslir telah dimulai kerjasama antar wilayah berbatasan.

Dalam hal ini kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Kedua pemkab akan membangun sejumlah fasilitas publik secara bersamaan. Mulai jembatan penghubung melintasi sungai pembatas, Puskesmas, sekolah, hingga mengupayakan hadirnya sarana telekomunikasi dan layanan listrik serta air bersih. Sedangkan di Kecamatan Mendahara, jembatan sepanjang 45 meter yang dibangun tahun lalu yang menghubungnkan Desa Pangkalduri Tanjabtim dengan Desa Sungaidungun Kecamatan Kualabetara Kabupaten Tanjab Barat, akan dilanjutkan dengan peningkatan ruas jalan sepanjang 4KM. Ruas ini sangat strategis menunjang perekonomian masyarakat kedua wilayah.

Camat Kualabetara Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Herry Putra Syam, mengakui terwujudnya ruas ini sangat membantu masyarakat di delapan desa dalam kecamatan yang ia pimpin. Delapan desa itu adalah Desa Sungaidungun, Desa Sungaidualap, Paritdeli, Dataranpinang, Tanjungpasir, Suaklabu, Sungaigebar dan Sungaigebar Barat.

Melalui ruas ini, Herry yakin kehidupan ekonomi masyarakat di delapan desa akan terdongkrak. Pasalnya, selama ini warganya di delapan desa itu mengeluhkan tingginya biaya transportasi angkutan terutama hasil tani.

“Warga kami sangat berterima kasih kepada Pemkab Tanjabtim yang sudah membuka ruas ini, dengan ruas ini warga kami jadi punya alternatif pemasaran hasil pertaniannya seperti kelapa sawit dan pinang, lebih dari itu kami yakin warga Tanjabtim juga merasakan hal yang sama. Selama ini hubungan ekonomi antar wilayah berbatasan ini sudah terjalin baik. Dengan adanya ruas ini semoga percepatan kesejahteraan kedua wilaya bisa lebih cepat,” harap Herry yang dihubungi via telepon, Sabtu (6/1/2019).

Saat ini ruas jalan di seluruh Tanjabtim tercatat 1.177,77 KM. Sedangkan jembatan yang dibangun sejumlah 525 unit. Dari total itu, 8,49 persen jalan saat ini dalam keadaan rusak berat. Sedang jembatan yang butuh perbaikan segera sejumlah 101 unit.

“Tahun ini kita perbaiki, tentu masih harus dengan skala priorotas. Kita utamakan ruas yang menunjang produktifitas warga. Target kita di 2020 akhir semua sudah optimal,’’ jelas Bupati Romi.

Dijelaskan Romi, rencana pembangunan jembatan penghubung kecamatan Nipahpanjang – Sadu yang semula direncanakan dengan skema pembiyaaan oleh BUMN batal dilaksanakan. Pasalnya, meski diringankan dengan pola pembayaran cicilan hingga 20 tahun, Romi keberatan dengan harga ketetapan yang menurutnya terlalu tinggi. Karena itu dia lebih memilih tetap membangun jembatan vital itu dengan biaya APBD.

“Tentu kita berharap dukungan Pemprov Jambi dan pemerintah pusat,’’ ujarnya lagi.

Bekerjasama dengan sejumlah daerah saling berbatasan bukan hanya terkait infrastruktur. Dengan Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau, Romi – Robby juga intensif membangun komunikasi. Sejumlah kesepakatan bahkan sudah mulai dijalankan. Dengan Lingga, Tanjabtim merintis kerjasama bidang perikanan, pertanian, perdagangan dan pariwisata. Salah satunya adalah pengelolaan pulau Berhala.

Dari kerjasama dengan Lingga ini pula, akhir November 2018 lalu, telah pula dijalin kersama dengan Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau terkait potensi kelapa dalam. Dengan Lingga sendiri, Tanjabtim didaulat sebagai pemasok utama pakan ikan bagi industri perikanan berskala besar yang dibangun Lingga. Pakan berupa jagung ini sedikitnya membutuhkan pasokan 100 ton per bulan. Itu artinya, produksi pertanian jagung Tanjabtim yang selama ini mencapai 6000 ton per musim tanam sangat cukup memenuhi permintaan itu.

Jagung sendiri ditanam selalu pasca musim tanam padi usai. Rata – rata produksi jagung petani Tanjabtim mencapai 4 ton per hektar. Luas tanam jagung sendiri saat ini tersedia 1500 hektar tersebar di sejumlah kecamatan. “Kerja sama antar wilayah ini kita gagas demi meringankan beban keuangan daerah, multiplier effect nya juga kita yakini akan sangat besar, misalnya terbukanya lapangan pekerjaan dan semakin luasnya peluang pasar setiap produksi masyarakat,’’jelas bupati Romi.

Romi – Robby yang pada tahun 2018 lalu dinilai tercepat turunkan angka kemiskinan memang semakin berfokus pada upaya meningkatkan perekonomian warganya. Karena itu sejumlah sektor memang digenjot maksimal. Misalnya saja, upaya menghadirkan komoditas baru yang lebih bernilai ekonomis. Sebut saja kopi yang akhir – akhir ini mereka galakkan. Romi – Robby bahkan sudah bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) dan menjajaki campur tangan Bank Indonesia.

Lalu pariwisata, sejumlah paket pelatihan pelaku usaha pariwisata sudah dilaksanakan. Tujuannya agar mereka mumpuni mengelola usaha dan promosi pariwisata. Berbagai fasilitas juga dibangun. Komplek perkantoran Bukit Menderang yang dikenal asri ditata apik. Pun juga perkebunan buah di lokasi Kota Terpadu Mandiri (KTM) Geragai dan hadirnya sirkuit bertaraf nasional di Kelurahan Paritculum I. Spot – spot ini akan saling terintegrasi dengan sejumlah potensi pariwisata lain seperti Kampunglaut, ekowisata Lagan, Pantaicemara dan Taman Nasional Berbak di Sadu serta Pulauberhala. Untuk pariwisata Romi – Robby juga berjanji mempermudah investor yang beminat di sektor ini.

Begitu pula di sektor strategis perikanan dan pertanian, kedua sektor itu adalah potensi terbesar Tanjabtim. Romi – Robby terus berupaya melahirkan kebijakan strategis mendukung kehidupan petani dan nelayan. Rumah – rumah nelayan dihadirkan, bantuan usaha nelayan terus digulirkan, bantuan alat tangkap, peningkatan SDM dan ketersediaan BBM serta dukungan teknologi pasca tangkapan.

Di subsektor perikanan budidaya, pemkab mulai mendorong kolaborasi perikanan dan pertanian melalui kegiatan mina padi. Petani diarahkan membangun kolam ikan di seputar lahan sawahnya. Selain meningkatkan pendapatan karena punya penghasilan baru selain padi, giat ini juga secara teknis membantu tumbuh kembang padi yang ditanam dengan semakin minimnya hama tikus. “Tahun ini kita mulai di sejumlah persawahan di Kecamatan Berbak, Nipahpanjang dan Rantaursau,’’jelas Kadis Perikanan Ibnu Hayat.

Ditambahkan Hayat, tahun ini juga akan diberlakukan cluster bagi daerah potensial budidaya perikanan. Dengan pola cluster ini setiap daerah akan punya sentra perikanan sendiri yang berbeda dengan daerah lainnya. Dengan pola ini akan nelayan akan dibimbing mengembangkan jenis ikan sesuai potensi terbaiknya.

“Kedepan kita akan riset agar ketetapan cluster ini betul – betul tepat dan potensial,’’tambahnya. Sedang di sektor pertanian, pemkab menjamin lahan pertanian berkelanjutan dengan peraturan daerah LP2B.

Memasuki tahun ketiga pemerintahan Romi – Robby, cakupan air bersih sudah mencapai 69,65 persen. 20,77 persennya adalah layanan UPTD SPAM di 10 kecamatan dan Pamsimas di satu kecamatan. Dari 6.655 sambungan rumah, sudah aktif sejumlah 4.660 sambungan. Sedangkan untuk listrik, rasio elektrikal untuk kecamatan sudah terpenuhi 100 persen. Untuk desa dan kelurahan sudah pula tercapai 92,47 persen atau 69 desa dan 20 kelurahan. “Tinggal empat desa yang belum teraliri. Tahun ini kita maksimalkan,’’ kata Romi.

BERHARAP DUKUNGAN PEMPROV DAN PUSAT

Bupati Romi Hariyanto bersama wakilnya Robby Nahliyansyah begitu yakin bahwa Kabupaten Tanjung Jabung Timur adalah salah satu kabupaten yang paling potensial untuk berkembang pesat. Letaknya yang strategis serta besarnya potensi sumberdaya alam yang tersedia membuat daerah itu punya peluang untuk lebih cepat maju.

Karena itu, sejak dilantik pada 12 April 2016 silam, Romi – Robby bertekad melakukan langkah efektif menuju kemajuan itu. Mereka berdua selalu membuat kebijakan secara bersama – sama. Potensi perpecahan keduanya terus diatasi dengan baik. Pembagian tugas dan kewenangan dilakukan dengan orientasi semata demi kepentingan masyarakat. Kebijakan yang mereka buat pun selalu bervisi jangka panjang. Kadang keduanya menempuh cara tak biasa. Namun yang mereka lakukan diakui keduanya atas upaya menyiapkan dasar terwujudnya pemerintahan yang kian baik kedepan. Keterbatasan kemampuan keuangan daerah membuat Romi – Robby harus jeli menentukan prioritas.

Memastikan seluruh masyarakat terlayani dengan bijak adalah pokok pikiran yang memang mereka sepakati sejak mencalonkan diri dahulu. Karena itu Romi – Robby terus berupaya agar setiap pembangunan yang mereka laksanakan akhirnya menjadi satu kesatuan yang saling terintegarasi di segala bidang.

“Tak mudah memang menarik simpul – simpul setiap persoalan yang dihadapi daerah ini untuk digiring pada satu langkah penyelesaian yang efektif. Ibarat puzzle, kami berdua harus memutar otak bagaimana semua potensi yang ada bisa maksimal tereksplorasi dengan baik. Dan kami bersepakat, faktor utama yang harus kami benahi salah satunya adalah sumberdaya manusia. Kami berharap estafet kepemimpinan kami kelak tinggal dilanjutkan dengan dasar yang sudah relatif kuat,’’ beber wabup H Robby Nahliyansyah.

Baik Romi maupun Robby sama – sama berharap segala upaya yang mereka lakukan dapat didukung oleh pemerintah Provinsi Jambi dan pemerintah pusat. Karena itu dalam berbagai kesempatan, keduanya sering melontarkan tantangan kepada setiap pejabat OPD nya untuk lebih agresif membangun komunikasi dengan pemprov Jambi maupun pusat.

Seperti jalan dan jembatan yang menjadi domain pemprov, Romi – Robby berharap tahun – tahun kedepan ini lebih diperhatikan. Apalagi jalur utama Tanjabtim – Kota Jambi. Ruas itu sangat vital terkait terus meningkatnya produksi pertanian, perikanan dan perkebunan masyarakat Tanjabtim. Terkhusus kaitannya dengan pelabuhan Muarsabak. Wabup Robby, Minggu (6/1) dengan tegas mengatakan bahwa komitmen PT Pelindo II sebagai operator pelabuhan Muarasabak masih dipertanyakan. Komitmen itu antara lain upaya komunikasi pindahnya sejumlah pelaku usaha sekitar pelabuhan Talangduku ke Muarasabak. Lalu rencana pengembangan dermaga induk pelabuhan serta penyediaan crane bongkar muat di pelabuhan.

“Alasan mereka karena jalan Muarasabak – Jambi yang belum optimal. Ini krusial sekali, karena domain kita sudah kita laksanakan, seperti penyediaan air bersih sudah kita mulai, lalu komitmen kita untuk mempermudah segala urusan birokrasi terkait ijin – ijin. Bahkan lebih jauh pak bupati dengan tegas menjamin bahwa tidak akan ada pungli selama aktivitas bongkar muat maupun saat armada angkutan itu jalan dari pelabuhan hingga keluar dari Tanjabtim,’’sebut wabup.

Wabup Robby berharap dalam waktu dekat akan ada progress nyata dari komitmen yang sudah disepakati Pelindo maupun Pemprov Jambi. “Insya Allah sepulangnya pak bupati dari ibadah umroh saya minta ijin beliau untuk kembali menggedor soal ini,” tandasnya. ***

Kategori Tanjung Jabung Timur

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.