Jumat, 21 Juli 2017 | 05:29

Bupati Romi Tertekan MTQ 2007

MUARASABAK – Meski optimis Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Jambi ke-47 sukses, selaku tuan rumah,Bupati Tanjung Jabung Timur H Romi Hariyanto mengaku cukup stress. Padahal persiapan yang saat ini sudah mencapai 60 persen dirasakannya sudah cukup maksimal dan sesuai progres yang direncanakan.

Tekanan terberat bukan pula pada banyaknya personel dan tanggungjawab yang harus diorganisir. Tekanan terberat yang dirasakan Romi adalah perbandingan dengan MTQ tingkat Provinsi Jambi ke-37 sepuluh tahun silam. Saat itu, tahun 2007, Tanjabtim adalah tuan rumah. Romi yang saat itu menjabat ketua DPRD menyaksikan langsung perhelatan yang diakuinya sangat spektakuler. Bahkan kata Romi, MTQ 2007 tersebut boleh dibilang sebagai MTQ terbaik sepanjang masa hingga saat ini.

“Terus terang saya bertekad MTQ kali ini jauh lebih baik dari 2007. Itu yang membebani saya karena pak Abdullah Hich saat itu sukses menggelar MTQ di lokasi ini juga,” ujarnya usai gladi kotor I di gelora Paduka Berhala Muarasabak. Abdullah Hich adalah bupati Tanjabtim dua periode; 2001-2011 sedangkan Romi ketua DPRD 2004-2009-2014.

Kecemasan Romi bukan tanpa alasan. Saat dihelat 2007 silam, kondisi Tanjabtim masih sangat jauh dari sekarang. Saat itu usia Tanjabtim baru menginjak tujuh tahun. Boleh dibilang semua sarana masih minim. “Sekarang di saat semua relatif lebih baik, mau tidak mau MTQ kali ini juga harus lebih baik,” tekadnya.

Namun kata Romi, dia sangat bangga melihat persiapan yang dilakukan panitia MTQ kali ini. Menurutnya setiap seksi sudah bekerja maksimal. Baik persiapan fisik rangkaian mimbar dan ornamen serta tata panggung maupun persiapan rangkaian acara, menurut Romi memperlihatkan keseriusan yang kompak. Bahkan untuk 500 penari massal, Romi selalu memberi motivasi agar terus semangat berlatih.

Seperti usai gladi kotor hari ini, Romi yang memboyong serta para kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) sampai harus merogoh kocek jutaan rupiah. Usai gladi Romi mendatangi para penari massal dan bermain kuiz tantangan wawasan kebangsaan. Kepada para penari yang bisa menjawab pertanyaan, Romi memberi hadiah Rp 50 ribu hingga Rp 200ribu. “Kita mempertaruhkan nama baik daerah di pundak mereka. Karena itu penting untuk terus dimotivasi,” ucap Romi.

Walaupun prestasi juara MTQ dianggap penting, dikatakan Romi saat ini target prioritas Tanjabtim adalah tuan rumah terbaik. “Harus lebih baik dari MTQ 2007,” tandasnya. (infojambi.com)

Laporan : Willy Bronson

 

Kategori Agama

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.