Bupati Romi Tolak Rencana Pengembangan SMPN 21

MUARASABAK – Usulan rencana pengembangan SMPN 21 Tanjung Jabung Timur, di Kelurahan Talangbabat, Kecamatan Muarasabak Barat, ditolak Bupati Romi Hariyanto.

Konsep yang ditawarkan dalam draft perencanaan tersebut, dianggap Bupati kurang berwawasan lingkungan. Terungkap, dalam draft itu direncanakan penambahan dua RKB (ruang kelas baru) dan satu unit laboratorium.

Prinsipnya Bupati Romi setuju penambahan RKB dan laboratorium, karena memang sesuai dengan kebutuhan saat ini. Namun dia keberatan, jika pembangunannya menggunakan space tanah yang saat ini tersisa dari bangunan yang sudah ada.

“Dari total tanah sekitar satu hektar ini saya cenderung pengembangan lebih baik ke atas. Gedung yang sudah ada kita tingkatkan jadi dua lantai,” jelas Romi.

Dengan begitu, kata Romi, pohon-pohon dan kebun sekolah yang saat ini sudah dikelola dengan cukup baik tidak menjadi korban. Keasrian sekolah harus dipertahankan. Sangat baik pengaruhnya pada pertumbuhan mental siswa.

Menurut Romi, menjaga keseimbangan lingkungan harus dicontohkan dari sekolah dan keluarga. Di berbagai daerah, isu ini dianggap mengkhawatirkan. Potensi besar yang saat ini dimiliki Tanjabtim harus dipertahankan dan diberdayakan seoptimal mungkin.

Kepada Kepala SMPN 21, Hasanah, yang turut mendampingi Bupati keliling sekolah itu, Romi bahkan menganjurkan agar sekolah bisa menerapkan keharusan menanam pohon bagi siswa nakal yang melalukan kesalahan.

“Bagi anak kita yang bandel perlu disuruh menanam pohon. Beri nama pohon itu dengan nama mereka sendiri dan harus dipastikan terawat,” sarannya.

Tujuannya, jelas Romi, agar tumbuh rasa tanggungjawab dalam diri si anak agar kelak tumbuh menjadi pribadi yang selalu belajar dari pengalaman dan menjadi pribadi yang selalu siap memperbaiki diri. (infojambi.com)

Laporan : Willy Bronson

 

Kategori Pendidikan

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.