Candi Muaro Jambi Destinasi Wisata Religi Internasional

INFOJAMBI.COM — Candi Muaro Jambi memiliki keunikan tersendiri. Bangunan candi yang terdiri dari tumpukan batubata tersebut bukan terkenal dengan kemegahannya, namun sarat dengan nilai sejarah dan budaya.

Berabad-abad silam, menurut penuturan para ahli sejarah dan budaya, abad ke-7 Masehi kawasan Percandian Muaro Jambi menjadi pusat pembelajaran (university) umat Budha. Bukan hanya umat Budha Jambi, tapi juga Asia, bahkan internasional.

Kandungan sejarah budaya itu menjadikan Candi Muaro Jambi masuk dalam kandidat world heritage (warisan budaya dunia) UNESCO —organ Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)— yang membidangi budaya.

Kini, di era teknologi canggih, era milenial, nama Candi Muaro Jambi tidak lekang oleh waktu, tidak tergerus dengan kemajuan zaman. Beberapa tahun terakhir, nama Candi Muaro Jambi semakin mencuat, dengan berbagai promosi yang dilakukan seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat madani, termasuk para pegiat sejarah dan budaya untuk mengungkap dan mendokumentasikan nilai sejarah budaya Candi Muaro Jambi.

Perlahan tapi berkelanjutan, candi kebanggaan masyarakat Provinsi Jambi itupun semakin sering dikunjungi berbagai wisatawan, domestik maupun mancanegara. Candi Muaro Jambi menjadi destinasi wisata religi internasional.

Selasa (23/1/2018) Candi Muaro Jambi kembali menjadi destinasi wisata religi internasional. Sebanyak 18 orang Bhiksu (rimphoce/lama) dan 55 umat Budha dari Perancis, Kanada, Khatmandu (Nepal), Hongkong dan Malaysia, melakukan puja dan ziarah di kawasan Percandian Muaro Jambi.

Lantunan doa dipanjatkan di pelataran Candi Gumpung, di kawasan percandian Muaro Jambi, Kabupaten Muaro Jambi. Rombongan yang hadir tergabung dalam Thrangu Dharma Society Petaling Jaya Selangor, Malaysia bersama Very Venerable Ninth Khechen Thrangu Rinpoche.

Very Venerable Ninth Khechen Thrangu Rinpoche menyatakan, Candi Muaro Jambi memiliki sejarah yang sangat penting bagi perkembangan umat Budha.

“Saya telah mengunjungi Candi Borobudur. Saya sangat merasa terberkati ketika hadir di tempat ini. Di sini adalah tempat yang tepat bagi umat Budha untuk berdoa, karena guru besar umat Budha juga melakukan doa dan pengajaran agama Budha dan berlangsung lama,” ujar Rinpoche.

Very Venerable Ninth Khechen Thrangu Rinpoche memberi penghargaan atas upaya yang dilakukan pemerintah menjadikan candi ini sebagai cagar budaya dunia. Dia mengajak pemerintah menjaga budaya dan candi ini, juga bersama menjaga kesucian hati dan kedamaian, karena segala upaya dan tantangan akan dapat dihadapi dengan bekerjasama dan tolong menolong.

Sementara itu, panita pelaksana, Budi, menyatakan, rombongan ini datang untuk kedua kali dan melakukan doa dan berziarah. Rombongan kali ini cukup besar, terdiri dari 60 orang dan 18 Bhiksu. Candi Muaro Jambi yang terkenal di dunia membuat mereka sangat tertarik ingin tahu keberadaan Candi Muaro Jambi bersama dengan kedatangan guru. Mereka melakukan doa.

Budi mengharapkan kunjungan para Biksu dan rombongan dari berbagai negara memberi berita baik bagi Provinsi Jambi serta meningkatkan kunjungan wisata budaya maupun religi di kawasan Candi Muaro Jambi.

“Saya berharap kedatangan saudara-saudara kita dari negara asing ini akan semakin mensosialisasikan Candi Muaro Jambi,” ujar Budi.

Budi mengatakan, umat Budha Jambi akan kembali menggelar perayaan Waisak di Candi Muaro Jambi dengan lebih meriah. Tahun 2018 perayaan Waisak melibatkan umat Budha di Sumatera, diantaranya dari Bangka Belitung.

Disamping itu juga mengundang para ulama dan umat Buddha dari DKI Jakarta dan tamu-tamu mancanegara. (Maria — Muaro Jambi)

 

Kategori Provinsi,Wisata - Seni - Budaya

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.