Catat Kata Jokowi Ini: Sebetulnya Pemerintah Tak Suka Impor Beras!

Editor: Rahmad

INFOJAMBI.COM – Presiden Joko Widodo berkesempatan hadir meninjau kegiatan panen padi di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat pada Rabu kemarin (21/04).

Dikutip dari Gatra, Kamis (22/4). Presiden turun ke hamparan lahan persawahan seluas 200 hektare di wilayah tersebut. Dilaporkan jumlah panen kali ini mencapai 7-8 ton padi untuk tiap hektarnya. Sementara itu, jenis padi yang digunakan berasal dari varietas Cilamaya Muncul.

“Pagi hari ini saya berada di Desa Wanasari, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, untuk melihat secara langsung panen yang dilakukan di sini,” ujar Presiden saat menyampaikan keterangan pers ketika di lokasi panen.

Dalam kunjungannya itu, Presiden mendapati fakta bahwa harga jual gabah di pasaran mulai beranjak naik, berada di kisaran Rp4.200 per kilogram.

Kepala Negara menyampaikan bahwa pemerintah ingin terus berupaya membangun pertanian nasional yang semakin baik sehingga mampu meningkatkan produksinya. Diharapkan ketahanan pangan nasional dan swasembada dapat terwujud.

“Pemerintah sebetulnya tidak senang dan tidak suka yang namanya impor beras. Tetapi karena hitung-hitungan seperti banyak yang kena banjir, pandemi, kadang-kadang memang butuh kalkulasi itu sehingga perlu tambahan untuk cadangan. Tetapi sudah kita putuskan bahwa sampai Juni tidak ada impor, Insya Allah nanti sampai akhir tahun kalau kita tahan, produksinya bagus, juga tidak ada impor,” tambah Presiden.

Jokowi menyempatkan diri berdialog dengan sejumlah petani lokal di sana.

Diperoleh informasi bahwa para petani memerlukan terjaganya pasokan pupuk pertanian hingga kebutuhan akan tenaga atau alat pemanen padi saat panen raya.

“Pada saat panen bersamaan itu kesulitan dalam mencari tenaga kerja untuk panen sehingga tadi para petani menginginkan untuk diberikan combine harvester (mesin pemanen padi) dan tadi sudah saya iyakan, termasuk traktor dan pompa. Semoga ini segera bisa kita kirim,” tuturnya.

Sebagai informasi, Kabupaten Indramayu merupakan kabupaten penghasil beras tertinggi secara nasional berdasarkan data produksi sepanjang tahun 2020.

Kategori Ekonomi dan Bisnis

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.