Cerita FTM, Pasien OTG Covid-19 yang Sembuh

Penulis : M hary Rofagil || Editor : Redaksi

INFOJAMBI.COM – Pasien OTG (orang tanpa gejala) covid-19 ke-372 dengan inisial FTM, dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang, Sabtu sore, 3 Oktober 2020.

FTM menjalani masa isolasi selama 15 hari, di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Pijoan, Muaro Jambi.

Pasien yang berprofesi sebagai jurnalis itu merasa sangat bersyukur. Dia sangat berterima kasih pada keluarga maupun orang-orang terdekat, yang selalu mendoakan dan mendukung.

“Puji dan syukur kepada Allah SWT yang sudah memberikan kesembuhan hingga di hari ke-15. Saya ucapkan terima kasih sedalam-dalamnya pada keluarga dan kawan-kawan seprofesi yang mendoakan kesembuhan saya,” katanya.

FTM mengaku tidak mungkin bisa membalas semua itu secara materi. Dia mendoakan semoga kebaikan dan ketulusan itu dibalas oleh Allah.

“Semoga kawan-kawan diberi panjang umur, sehat selalu, dan rezeki yang terus mengalir,” ungkap FTM.

Awalnya dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19, FTM merasa sangat gusar dan cemas. Di dalam benaknya, FTM memikirkan orang-orang terdekatnya yang mungkin tertular covid-19 darinya.

“Yang saya pikirkan bagaimana dengan keluarga dan kawan-kawan yang sudah melakukan kontak dengan saya, saya takut mereka tertular virus ini,’ ujar FTM.

FTM secara kooperatif memilih berangkat menuju Bapelkes menggunakan kendaraan pribadi bersama pasien HPA.

Mereka dinyatakan positif pukul 07.00 WIB, Sabtu 19 September 2020. Dia takut dijemput akan menimbulkan kegaduhan di lingkungan sekitar rumahnya.

Hari pertama di rumah isolasi, FTM masih belum menerima kenyataan bahwa dirinya positif covid-19. Dia merasa “down”. Dalam benaknya, isolasi berarti dikurung seperti dipenjara.

Selang beberapa saat di rumah isolasi FTM menyadari rupanya isolasi tidak seperti yang ia bayangkan. Pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan (nakes) sangat memuaskan.

“Saya sangat mengapresiasi pelayanan yang diberikan para nakes, mulai dari mengantar makanan, mengantar paket, dan rutin melakukan cek kondisi kesehatan dan fisik. Pelayanannya luar biasa, fasilitasnya oke, pokoknya full servis pelayanan yang diberikan oleh nakes-nakes di bapelkes,” ungkap FTM.

Sama halnya juga keluarga dan rekan-rekan FTM yang selalu memberikan dukungan kepadanya agar dapat mampu mengalahkan virus covid-19 tersebut.

“Wai, support dari kawan-kawan seprofesi memang luar biasa, seperti keluarga kandung sendiri, tidak ada henti-hentinya mereka selalu menelepon atau pun WhatsApp untuk memberikan motivasi,” kata FTM.

Menurutnya, semua perhatian, dukungan, maupun perhatian dari keluarga dan rekan-rekannya, hasil uji swab dari keluarga dan rekan-rekannya negatif covid-19 merupakan hal paling memberikan kontribusi dalam kesembuhannya.

“Saya takut orang-orang terdekat juga ikut terpapar. Saya merasa sangat bersalah jika mereka juga terpapar. Saya sangat bersyukur dan merasa sudah tidak down lagi ketika hasil uji swab yang dilakukan keluarga dan kawan-kawan semuanya negatif,” ujar jurnalis muda ini.

FTM mengatakan, beberapa hari sebelum melakukan uji swab saat isolasi, ia sempat merasakan gangguan pencernaan pada malam hari sebelum tidur dan sedikit batuk ringan, selain daripada itu, FTM merasa sehat-sehat saja.

“Itu terjadi dua hari berturut-turut, mulesnya terjadi saat sebelum tidur malam, akhirnya saya inisiatif oleskan minyak kayu putih di perut dan besoknya saya merasa lebih baik, namum pada malam harinya hal itu terulang lagi,” kata FTM sambil tertawa.

FTM berharap jangan sampai ada lagi korban-korban dari covid-19. Dia berpesan kepada masyarakat Jambi agar tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

“Tetap jaga protokol kesehatan. Jaga imunitas tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi terutama minum rempah-rempahan karena musuh kita tidak tampak,” pesan FTM. ***

Kategori Kesehatan

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.