Corat-coret Baju Usai Mengikuti UN Tampaknya Tidak Bisa Dihilangkan

Laporan Ady Lubis

INFOJAMBI.COM – Tradisi corat-coret baju seragam sekolah sambil konvoi, usai mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk tingkat SMK khususnya di Kota Bangko Kabupaten Bungo, nampaknya tidak dapat dihilangkan begitu saja. Berdasarkan pantauan dilapangan, dihari terakhir UNBK Kamis, (5/4/2018), tampak sejumlah siswa-siswi SMK tampak memulai konvoi dijalanan, mengenakan seragam penuh dengan coretan.

Jumlah siswa SMK di Kabupaten Bungo yang mengikuti UNBK tahun 2018 sebanyak 1406 peserta. tetapi, hanya 1385 yang mengikuti ujian, 21 siswa diantaranya tidak mengikuti ujian, 2 siswa telah meninggal dunia, 1 izin, dan sisanya dinyatakan Drop Out.

Terkait aksi corat-coret baju sambil konvoi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bungo, Masril mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan memberikan surat edaran ke sekolah, agar kedepan tidak melakukan kegiatan yang bukan itikad sebagai seorang pelajar.


“Corat-coret baju tidak ada manfaatnya dan sifatnya hanya hura-hura saja. itu tidak menunjukkan itikad dari seorang pelajar,” ujar Masril.

Masril menambahkan, jika seragam tidak bermanfaat bagi yang bersangkutan lebih baik pihak sekolah membuat kegiatan untuk mengumpulkan dan menyumbangkan baju tersebut kepada yang membutuhkan.

“Lebih baik bajunya disumbangkan kepada saudara-saudara kita yang lebih membutuhkan. Seperti disumbangkan ke panti asuhan atau diberikan kepada anak-anak yang tidak mampu. Itu lebih bermanfaat dan juga mendapatkan pahala. Dari pada dicoret-coret dan melakukan konvoi tersebut,” tutur Kadis.

Editor Wahyu Nugroho

Kategori Bungo

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.