Selasa, 23 Oktober 2018 | 21:22

Daging Ayam Potong Mahal, Ini Penjelasan Kadis Ketahanan Pangan

ADVERTORIAL

INFOJAMBI.COM – Sehubungan tingginya harga daging ayam potong dipasaran belakangan ini, akhirnya pemerintah mengeluarkan pernyataan penyebab kenaikan harga daging ayam potong, khususnya di Kota Jambi.

Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Ir.Amir Hasbi didampingi Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi, Johansyah, menyetakan, setidaknya ada banyak faktor yang memicu kenaikan harga tersebut.

Menurut Amir Hasbi, harga daging ayam potong mulai merangkak naik terjadi sasca Idul Fitri 1439 H lalu atau akhir 26 Juni 2018. Harga daging ayam potong semula hanya berkisar Rp 35.000/Kg. Namun, dipasaran kenyataanya harga terus merangkak naik hingga sekarang.

Berdasarkan hasil Sidak Tim Satgas Pangan Provinsi Jambi bersama Tim Polda Jambi, Jumat, (20/7/2018) pagi, harga daging rata-rata sudah mencapai Rp 56 ribu per Kg.

Kondisi ini diperparah lagi terbatasnya ketersediaan Day Old Chicken (DOC) broiler, karena ada kebijakan dari Kementerian Pertanian, untuk membatasi impor Antibiotik Growth Promotor (GPS) dan sebelumnya ada kebijakan pangkas parent stock sebanyak 30-40 persen, kata Amir Hasbi.

Rilnya menurut Kadis Ketahanan Pangan ini, penyebab tingginya harga daging ayam potong itu, pertama terbatasnya ketersediaan DOC (Day Old Chicken) atau bibit ayam potong dari produsen. Suplay bibit ayam turun hingga 40 persen.

Kondisi itu berdampak naiknya harga DOC atau bibit ayam, dari biasanya hanya Rp 4.000 – 5.000 per ekor, naik menjadi Rp 6.500-Rp.7.300 per ekor.

Begitu juga harga pakan dan obat-obatan, mengalami kenaikan rata-rata Rp 150/Kg sejak 23 Juni 2018 lalu, bahkan akan ada kenaikan lagi hingga Rp 250/Kg. Pemicunya juga karena melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amirika saat ini mencapai Rp 14.000/US dolar.

Padahal, kata Amir Hasbi, normal hitungan harga pokok per Kg, bercermin pada dikisaran Rp 12.500/US dolar. Hampir 80 persen bahan pokok pakan ayam potong termasuk di Provinsi Jambi, diimpor, ujar Amir Hasbi.

Penyebab lainya menurut Hasbi, performa ayam dari mulai dilarangnya pemakaian Antibiotik Growth Promotor (AGP), secara umum pertumbuhan ayam menjadi terlambat antara 2-4 hari. Jadi untuk mencapai bobot yang sama dibutuhkan biayanya cukup tinggi.

Menyikapi persoalan itu, Pemprov Jambi bersama Tim Satgas Pangan dan pihak terkait, Senin 23 Juli 2018 mendatang, berencana akan mengumpulkan semua produsen, agen, dan broker ayam di Jambi, guna menyupayakan solusi dalam mengatasi tingginya harga ayam potong. ( Mustar Hutapea )

Editor : M Asrori S


Kategori Ekonomi dan Bisnis,Provinsi

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.