DAM Batang Asai Resmi Dibangun

Bupati Sarolangun, H Cek Endra (kanan)

INFOJAMBI.COM — Perjuangan Pemkab Sarolangun membangun bendungan (dam) Batang Asai akhirnya terwujud. Untuk mewujudkan pembangunan tersebut butuh perjuangan dan melalui jalan berliku. Bayangkan selama 6 tahun Pemkab berjuang agar pembangunan Bendung Batang Asai bisa terwujud di Kecamatan Cermin Nan Gedang (CNG).

Bahkan lokasi pembangunan Bendung Batang Asai sudah beberapa kali berpindah. Pertama kali direncanakan Bendung Batang Asai dibangun di Desa Teluk Tigo, namun karena terkendala lahan akhirnya gagal.

Kemudian lokasi pembangunan dipindah ke Desa Pemuncak, lagi-lagi terkendala lahan. Bahkan Menteri Pekerjaan Umum RI Basuki Hadimuljono sempat datang ke Desa Pemuncak terkait rencana pembangunan bendung tersebut.

Terakhir lokasi pembangunan bendung ditetapkan di Desa Kampung Tujuh. Berkat kerja keras Kades Kampung Tujuh Badri dan Camat CNG H Hadami Aris dalam merangkul masyarakat desa, akhirnya pembangunan Bendung Batang Asai terwujud di desa tersebut.

Rabu (15/11), dilakukan peletakan batupertama pembangunan Bendung Batang Asai di Desa Kampung Tujuh, yang dihadiri Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang diwakili Direktur Irigasi dan Rawa Muhammad Majid. Kehadiran pejabat teras Kementerian PUPR tersebut didampingi langsung Bupati Sarolangun H Cek Endra.

Bupati Sarolangun H Cek Endra tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya karena pembangunan bendung sudah dimulai. Menurutnya pembangunan bendung tersebut sangat strategis, sebab masuk dalam Program Presiden RI Joko Widodo yakni Program Satu Juta Hektar Sawah Baru.

‘’Kita sangat berterimakasih dengan pemerintah pusat yang menempatkan salah satu proyek strategis nasional di Kabupaten Sarolangun,’’ katanya.

Menurut Cek Endra, keberadaan Bendung Batang Asai akan mampu mengairi sawah baru seluas 5.850 hektar. Tentu saja akan membawa dampak positif dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat, Kecamatan CNG, Limun dan Sarolangun. Petani tidak hanya panen sekali setahun, namun bisa tiga kali panen setahun.
Dana yang digelontorkan untuk pembangunan kata Cek Endra sangat fantastis, totalnya mencapai 400 Miliar.

‘’Untuk bendungnya saja dananya mencapai 160 miliar, kemungkinan secara keseluruhan mencapai 400 miliar, kalau dari APBD Sarolangun kita tidak akan mampu,’’ kata CE.

Cek Endra juga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang mendukung pembangunan bendung tersebut. Dan meminta semua pihak terus berkoordinasi dalam rangka mempercepat proses pembangunan bendung tersebut.
Menurut Cek Endra, pembangunan bendung Batang Asai ini akan dikerjakan tiga tahun anggaran dengan masa kerja dua tahun dan diperkirakan selesai 2019 mendatang.

Kepala Kepala Balai Sungai VI Sumatera, Nurfajri mengatakan, rencana pembangunan bendung Batang Asai berlangsung sejak 2010 dan bisa terwujud 2017.

Saat ini Balai Sungai VI Sumatera mengelola dua irigasi di Kabupaten Sarolangun, masing-masing Irigasi Limun-Singkut dan Bendung Batang Asai di Desa Kampung Tujuh. Potensi bendung Batang Asai 5.850 hektar dan Limun-Singkut 1.250 hektar. (Rudy Ichwan — Sarolangun)

Kategori Sarolangun

Tags: ,,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.