Sabtu, 23 September 2017 | 07:07

Dana Desa Jadi Pengungkit Ekonomi Lewat BUMDes

Menteri Desa PDTT, Eko Sandjojo (kiri).
Menteri Desa PDTT, Eko Sandjojo (kiri).

JAKARTA – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Sandjojo, mengatakan, target utama program dana desa, bukan sekadar memenuhi pembangunan di Desa. Lebih dari itu, disalurkannya dana langsung ke desa akan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi.

“Agar jadi pengungkit, Desa perlu badan usaha yang bisa menghasilkan uang. Untuk itulah, kita bentuk BUMDes (Badan Usaha Milik Desa),” ujarnya, saat memberikan arahan pada lokakarya Pengembangan Ekonomi Desa di BNI Corporate University Jakarta, Selasa (29/11).

Menteri Eko mengatakan, banyak BUMDes yang berhasil dan mampu meraih omzet hingga miliaran rupiah. Menurutnya, ketika BUMDes telah banyak berkembang, maka distribusi sembako akan dilewatkan oleh BUMDes melalui subsidi.

“Keuntungan dari BUMDes bisa di re-invest,” ujarnya.

Indonesia saat ini, masuk 20 besar ekonomi dunia tepatnya pada urutan ke 16. Meski demikian menurutnya, masih banyak masyarakat Indonesia yang dilanda kemiskinan. Bahkan, masih banyak Desa-desa yang masuk kategori sangat tertinggal. Untuk itu, melalui dana desa Pemerintah bertekad untuk membangun Indonesia dari Desa-desa.

“Desa-desa yang maju punya ciri khas yang sama, yakni fokus pada satu produk tertentu, dan memenuhi skala produksi. Karena skala produksi yang cukup itu, biaya distribusi jadi murah,” terangnya.

Di sisi lain, wakil Direktur Utama BNI, Suprajarto, mengatakan, ada banyak potensi yang bisa dikembangkan oleh desa. Untuk itu, pihaknya akan membantu Pemerintah untuk memberikan pendampingan secara terus menerus, kepada Desa terkait hal itu. Ia berjanji akan menghubungkan BUMDes dengan nasabah-nasabah BNI yang memiliki usaha besar.

“Nanti akan kita sambungkan antara nasabah kami (BNI) yang besar baik distributor baja misalnya, bisa juga distributor minyak goreng dan sebagainya. Karena nasabah BNI juga ada yang berasal dari perusahaan minyak goreng besar, nanti bisa jadi agen,” ujarnya. (infojambi.com/Rel/A)

Kategori Ekonomi dan Bisnis

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.