Derita Infeksi Ginjal, Bocah 4 Tahun Butuh Bantuan

Aji menderita infeksi ginjal.

INFOJAMBI.COM — Aji Sahid, bocah berusia empat tahun, warga RT 09 Desa Tebing Tinggi, Pemayung, Batanghari, Jambi, harus dirawat intensif, di Zaal Anak, Ruang Mustika, RSUD HAMBA, Muara Bulian.

Anak ketiga pasangan Ahmad Qosari (33) dan Almarhumah Solimah (25) ini menderita infeksi ginjal. Seminggu sebelum dirujuk ke rumah sakit, tubuh Aji membengkak, di wajah, tangan dan bagian lainnya.

Menurut Ahmad Qosari, ayah Aji, anaknya itu menderita infeksi ginjal. Semula dia menduga bocor ginjal. Aji sebelumnya juga pernah mengalami penyakit yang sama dan sempat membaik.

Awalnya Qosari merujuk anaknya ke RSUD HAMBA Muara Bulian, tapi tidak diterima pihak rumah sakit, dengan alasan keluarga Ahmad Qosari tidak terdaftar di program BPJS.

“Waktu itu sayo dak punyo BPJS, tapi akhirnyo biso karno ado program Kartu Batanghari Sejahtera (KBS). Memang ini baru keluar. Kemarin pihak desa sayo yang mengurusnyo,” terang Qosari.

Qosari mengaku tidak mendaftarkan keluarganya pada program BPJS karena keadaan ekonominya yang pas-pasan. Pekerjaannya hanya sebagai buruh penyadap karet. Penghasilannya amat minim.

dr Khairunnisa Sp.A melalui Kadis Kesehatan Batanghari, dr Elfi Yennie, MARS mengatakan, berdasarkan hasil diagnosa sementara, Aji mengalami sindroma nefrotik, yakni gangguan ginjal yang membuat tubuh manusia kehilangan terlalu banyak protein yang keluar melalui urine.

“Meski jarang terjadi, sindrom nefrotik dapat dialami siapa saja. Sindrom nefrotik umumnya terdeteksi pertama kali pada anak-anak, terutama usia 2 – 5 tahun. Akibat banyaknya protein yang keluar melalui air kencing atau proteinuria, tubuh kekurangan protein dan menjadi sembab dan bengkak,” tambah Elfie.

Meski begitu, kata Elfi, pembengkakan di tubuh Aji sudah berkurang, ditandai dengan menurunya berat badan dan lingkar perut. Sambil diobati sindroma nefrotiknya, terus diupayakan kemungkinan adanya penyakit lain.

“Berdasarkan diagnosa sementara, pasien ada sejenis kelainan ginjal, akibat kelainan genetik. Kami tidak mendoktrin, kemungkinan ini juga keturunan. Sebelumnya dia pernah masuk rumah sakit dengan kasus yang sama, namun sudah lama tidak kontrol sehingga kambuh lagi,” timpal Elfi.

Orang tua Aji berharap anaknya cepat sembuh dari penyakitnya. Dia juga mengharapkan bantuan dan uluran tangan para dermawan yang tulus membantu pengobatan Aji. (Raden Soehoer — Batanghari)

 

Kategori Kesehatan

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.