Di Protes Warga, BLT Desa Air Batu Dinilai Tak Tepat Sasaran

Penulis : Jefrizal || Editor : Wahyu Nugroho

Rumah salah seorang warga yang diduga menerima BLT (foto Jefrizal)

INFOJAMBI.COM – Penerimaan Bantuan Tunai Langsung (BLT) di Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap dinilai tak tepat sasaran, pasalnya warga menduga, penyaluran BLT tersebut bukan untuk warga miskin melainkan untuk warga mampu.

Hal ini seperti dikeluhkan Hen, warga Desa air batu, kata dia, penyaluran BLT di Desanya terkesan tidak transparan dan juga tidak tepat sasaran.

“Seharusnya ditempel nama – nama disetiap penerima BLT. Jadi kita bisa melihat siapa yang layak dan tidaknya menerima BLT,” keluh Hen.

Dikatakan Hen, jika data yang didapat dirinya untuk penerima BLT didesanya banyak tidak tepat sasaran, dikarenakan penerima BLT banyak keluarga mampu, selain itu penerima juga banyak dari keluarga Kepala Desa.

“Banyak dari kelurga dekat kades yang dapat. Kemudian mereka yang dapat dinilai masih banyak yang mampu,” cetusnya.

Hal senada juga dikeluhkan Baim, warga dusun Tiga Desa Air Batu dimana penerima BLT disekitar tempat tinggal dirinya bukan diperuntukan pada warga miskin.

“Masih banyak warga yang tidak layak yang harus diberikan. Ini yang menerima awal nama masih Haji semua, atau karena masih keluarga kades. Kalau mereka tidak ada pekerjaan lagi saat wabah ini ya sah-sah saja menerima. ini sebaliknya,” kesalnya.

Selain itu, data penerima BLT ditempat tinggalnya tidak ditempel.

“Mungkin takut ketahuan jika yang penerima itu banyak Haji semua, selain itu ada yang tumpang tindih. Bansos dapat BLT juga dapat, ini kan tidak boleh. Jadi saya berharap pihak terkait agar segera melakukan pengecekan penyaluran BLT yang dinilai tidak tepat sasaran tersebut,” tambahnya.

Selain itu penyaluran BLT di desa tersebut juga di kritik ketua RT 01 Desa Air Batu, Mashuri, kata dia, penyaluran BLT didesanya dinilai sudah sangat tidak tepat sasaran.

“Kami RT tidak pernah dilibatkan dalam penyaluran BLT. Selain itu penerima BLT juga ada dari perangkat desa, seperti ketua Adat dan lainnya. Inikan sudah menyalahi aturan,” keluh ketua RT.

Ketua RT berharap data tersebut segera dirobah, karena selain penerima ada yang tumpang tindih, penyaluran BLT ada yang tercatat sebagai warga mampu tapi menerima BLT.

Sementara itu Kepala Desa setempat saat dikonfirmasi melalui tilpun genggamnya terkait hal tersebut bernada tidak Aktif.***

Kategori Merangin

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.