Diduga Sakit, Seorang ASN Meninggal Di Rumah Makan

PENULIS : JEFRIZAL
EDITOR : M ASRORI S

Aparat kepolisian dan warga saat mengevakuasi mayat korban Heri Triyanto dari RM Ojolali (Foto/Jefrizal).

INFOJAMBI.COM – Warga Kabupaten Merangin mendadak heboh dengan ditemukannya seorang pria paruhbaya, sudah tak bernyawa di sebuah rumah makan di Desa Langling.

Begitu mengetahui ada mayat, pemilik rumah makan langsung menginformasikan kejadian itu ke pihak kepolisian dan warga sekitar.

Dari data yang berhasil dihimpun di ketahui, pria paruhbaya itu bernama Heri Triyanto (59), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tinggal di Kecamatan Pamenang. Bahwa korban berangkat dari rumah menuju kota Bangko, Selasa (11/6/2019), untuk mengurus sesuatu di Bank BTPN.

Setelah selesai urusan di Bank BTPN, korban bergegas berangkat pulang, namun di tengah perjalanan sekitar pukul 15.00 wib berhenti di RM Ojolali di Desa Langling dengan niat untuk beristirahat sebentar.

Korban Heri sempat meminta izin istirahat kepada pemilik rumah makan, dan langsung pergi ke kamar yang berada di belakang rumah makan. Berselang satu jam, pemilik rumah makan merasa curiga, karena sudah satu jam korban tak bagun-bagun.

Pemilik rumah makan lalu menyuruh anak buahnya, membangunkan korban Heri, namun saat dibagunkan korban tak kunjung bangun dari tidurnya.

Akhirnya pemilik rumah makan memberitahukan kejadian itu kepada warga sekitar melaporkan kejadian itu ke Polsek Bangko.

Aparat kepolisian dan warga mendatangi lokasi kejadian dan langsung melakukan olah tempat kejadian. Diketahui, korban sudah meninggal dunia. Guna kepentingan penyelidikan korban langsung dibawa ke RSUD Kol Abunjani Bangko, untuk di visum.

Menurut keterangan salah seorang anak korban, ayahnya berangkat dari rumah memang dalam keadaan sakit, dan dari hasil pemeriksaan ditubuh korban pun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya melalui Kapolsek Bangko, IPTU Echo Sitorus, membenarkan, ada seorang ASN yang meninggal di RM Ojolali.

“Untuk dugaan sementara, korban meninggal akibat sakit. Sebab tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ditubuh korban,” ungkap IPTU Echo Sitorus, Selasa(11/6/2019).

Kapolsek juga mengatakan, untuk jasad korban sudah dibawa pihak keluarga dan akan dikebumikan di kampung halamanya.

“Pihak keluarga sudah merelakan kepergian korban dan kejadiaan ini murni akibat korban sakit,” tutupnya.***

Kategori Hukrim

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.