Diduga Sungai Pengabuan Tercemar, DPR RI Kunjungi Lokasi

Penulis : PM

INFOJAMBI.COM – Rombongan Komisi IV DPR RI yang dipimpin Deddy Mulyadi kunjungan kerja ke Desa Kalagian, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kamis ( 20/2/2020).

Kunjungan ini merupakan respon terhadap pengaduan beberapa masyarakat yang mengeluhkan pencemaran Sungai Pengabuan yang diduga tercemar  limbah PT Lontar Papyrus, sebuah paprik Pulp yang terbesar di Provinsi Jambi, perusahaan ini merupakan anak perusahaan Sinar Mas.

Keluhan masyarakat disampaikan Kepala Desa Kalagian, ” Sejak sepuluh tahun terakhir, Sungai Pengabuan tidak bisa lagi dimanfaatkan lagi untuk mandi, karena gatal gatal,” ujar Paidilah.

Selain itu, warga yang selama ini mencari ikan dan udang di sungai itu hasil tangkapannya menurun. ” Dulu bisa dapat 5 kg, sekarang 1 kg saja sangat susah di dapat,” tambahnya.

Menanggapi keluhan warga tentang pencemaran, Direktur Air, Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kemen LHK, Lutmi menjelaskan akan mengambil sampel air sungai Pengabuan dan akan diperiksa di laboratorium KLHK di Jakarta.

Deddy Mulyadi menjelaskan, masalah masalah teknis, seperti pencemaran sungai dan masalah lahan. Akan di tindak lanjuti oleh instansi terkait, ” Kedatangan hari ini, masalah kemanusiaan saja dulu. Sesuai laporan ada 50 KK yang kena dampak, berharap dibantu bulog berupa beras 50 Kg/KK, selama tiga bulan,” ujar Mantan Bupati Purwakarta, Jawa Barat ini.  Pejabat Bulog Pusat yang hadir dengan rombongan menyangkupi untuk membantu warga ini berupa beras.

Rombongan Komisi IV DPR RI ini dipimpin oleh Deddy Mulyadi membawa rombongan besar dari Bulog, Kementerian LHK, Para pejabat Pemprov dan isntansi terkait seperti kehutanan, Perkebunan, lingkungan hidup, ketahanan pangan serta DPRD Provinsi Jambi.

Kunjungan ini sedikit agak mengecewakan rombongan, karena kondisi di lapangan tidak se dramatis yang di sampaikan warga dan LSM. Misalnya kondisi air Sungai Pengabuan, dari kasat mata, airnya jernih. ” Malahan lebih kotor air sungai Batanghari,” ujar rombongan yang enggan disebut namanya.

Bahkan masalah pencemaran tidak banyak dibahas. Curahan warga lebih banyak masalah lahan yang bersengketa dengan PT. WKS. “Anggota DPR dan pejabat Pemrov yang hadir, hanya tertawa geli, laporan masalah pencemaran kok lahan yg jadi topik utama,” jelasnya.|||

Kategori Provinsi

Tags: ,,,,,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.