Kamis, 23 Mei 2019 | 00:48

Disepakati, Penyelamatan Danau Jadi Prioritas Nasional

PENULIS : MARIA/MUSTAR
EDITOR : M ASRORI S

Gubernur Jambi tanda-tangani kesepakatan penyelamatan danau perioritas Nasional.

INFOJAMBI.COM – Gubernur Jambi, H.Fachrori Umar, tanda-tangani kesepakatan Gubernur/Bupati, tentang penyelamatan danau prioritas nasional, di ruang kerja Gubernur Jambi, Selasa (7/5/2019).

Kesepakatan penyelamatan danau prioritas juga ditanda-tangani oleh tujuh gubernur dan lima bupati. Gubernur Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jambi, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Papua.

Sedangkan lima bupati yang turut menandatangani kesepakatan itu, Bupati Agam, Bangli, Kapuas Hulu, Luwu Timur, dan Minahasa, dan telah dilaksanakan di gedung Manggala Whanabhakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, beberapa waktu lalu.

Kepala Sub Direktorat Pengendalian Kerusakan Danau, Ir.Inge Retnowati, hadir sebagai perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Kegiatan itu merupakan tindak-lanjut dari dua pertemuan sebelumnya, yaitu Konferensi Nasional Danau Indonesia I di Bali pada tahun 2009, dan Gerakan Penyelamatan Danau (Germadan) yang diluncurkan pada Konferensi Nasional Danau Indonesia II di Semarang.

Ada empat poin kesepakatan yang ditanda-tangani para gubernur dan bupati, Pertama, melaksanakan penyelamatan danau prioritas nasional, dengan mengacu pada Rencana Pengelolaan Danau Terpadu yang telah disusun bersama para pihak sejak tahun 2018.

Kedua, mengintegrasikan program dan kegiatan penyelamatan Danau Prioritas Nasional yang tertuang dalam Rencana Pengelolaan Danau Terpadu, kedalam RPJMD Provinsi/Kabupaten, Rencana Strategis masing-masing Perangkat Daerah, terkait dan Rencana Tata Ruang Wilayah.

Ketiga, mengoptimalkan peran kelembagaan danau, baik Pokja, tim atau badan yang telah dibentuk oleh gubernur/bupati, untuk mengawal pelaksanaan, serta melakukan pemantauan dan evaluasi capaian pelaksanaan program, dan kegiatan Penyelamatan Danau Prioritas Nasional.

Keempat, melaksanakan kerja sama dengan para pihak, untuk mewujudkan Danau Prioritas Nasional yang sehat dan lestari.

Nota kesepakatan yang telah ditanda-tangani.

Fachrori Umar menyambut baik kesepakatan itu dan berharap bisa ditindak-lanjuti secara maksimal di daerah.

“Provinsi Jambi memiliki banyak Danau, diantaranya Danau Sipin, Danau Kerinci dan kita bersyukur dengan adanya kesepakatan ini. Ini adalah bentuk komitmen yang sejalan antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten. Hasilnya harus maksimal dan kita harapkan danau yang ada itu akan lebih terjaga, nanti akan ada program untuk perikanan, pertanian dan pariwisata, ini tentunya kerja kita bersama, serta diharapkan agar fungsi danau dalam ekosistem dan lingkungan bisa terjaga dengan baik,” ujar Fachrori.
.

Kepala Sub Direktorat Pengendalian Kerusakan Danau, Inge Retnowati, mengatakan, akan membawa nota kesepakatan ini, menjadi pijakan dan referensi dalam upaya penyelamatan danau, menuju danau yang sehat dan lestari, sesuai poin dalam kesepakatan.

Menurutnya, kesepakatan ini akan diimplementasikan melalui regulasi, mulai dari tata ruang dan zonasi, pengelolaan kualitas air, hingga konservasi tanah dan air, serta konsistensi yang kuat antara kebijakan dasar, kebijakan operasional (sektoral) serta implementasinya (planning into action).

“Danau sebagai sumber air bersih merupakan bagian penting, guna mewujudkan ketahananan air, selain ketahanan pangan, ketahanan energi, dan lingkungan. Karena itu, penyelamatan danau telah dikuatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, ujar Inge Retnowati.

Menurut Inge, dokumen tersebut mengamanatkan implementasi rencana aksi 15 Danau Prioritas, dan untuk implementasinya, perlu segera ditindak-lanjuti dengan integrasi substansi dalam RPJM dan RTRW, baik di pusat maupun daerah.

“Programnya nanti akan terintegrasi mulai dari perikanan, pariwisata sehingga hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat,” pungkas Inge. ( Humasprov )

Kategori Provinsi

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.